Wednesday, 20 November 2019

Kakek Renta Tewas Ditabrak KA Commuter Line

Kamis, 24 Mei 2012 — 17:20 WIB
Commuter Line2

DEPOK (Pos Kota) – Baru pulang dari belanjar di pasar, kakek renta tewas mengenaskan setelah tertabrak KA Commuter Line di perlintasan tanpa palang pintu belakang pasar Bojong Gede, Kab.Bogor, Kamis (24/5) sekitar pukul 07.00.

Mukeri bin H Dulgoni, 80, terpental setelah ketabrak Commuter Line dari arah Jakarta menuju Bogor. Nyawa korban tidak tertolong lagi meski warga melarikannya  ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka serius di bagian kepala dan patah tulang di pangkal kaki.

Ahdiat, 35, saksi sekaligus tetangga korban mengatakan keseharian korban bertani di lahan kosong tidak jauh dari tempat tinggalnya di Desa Bojong Timur, RT 03/12, Bojong Gede.

Kakek delapan cucu tersebut tertabrak kereta saat menyebrang perlintasan rel tunggal tidak melihat ada kereta melintas dari arah Jakarta ke Bogor. Tubuhnya langsung terpental lima meter hingga tewas.

“Warga sekitar langsung membawa jasad korban ke rumah, karena pihak keluarga tidak menginginkan untuk dilakukan visum oleh pihak kepolisian,” ujarnya kepada Pos Kota.

Istri korban yang akrab dipanggil ‘Nyak’ , sehari-harinya berjualan nasi uduk di depan rumah terkejut setelah melihat jenasah suaminya yang dibopong warga sudah tidak bernyawa. “Kakek dikenal sangat baik dan mudah bergaul, sehingga saat mendengar kalau sudah meninggal banyak warga dan tetangga rumah pada berdatangan untuk melawat,” ungkap Ahdiat tetangga korban.

Sementara itu, Aiptu Warsito, Bimas Gaperi saat dihubungi lewat telepon kepada Poskota mengatakan pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum pada jasa korban. “Sebagai penolakan untuk divisum, kita membuat surat pernyataan sesuai keinginan keluarga,”ungkapnya. (angga/dms)