Thursday, 14 November 2019

Sensasi Miras Oplosan

Senin, 28 Mei 2012 — 10:21 WIB

MAKSUD  hati ingin bersuka-ria di pantai bersama teman mengisi malam  Minggu  berujung petaka. Miras oplosan ginseng dan tuak jadi penyebab kematian 3 pemuda desa di Indramayu, Jabar. Tiga lainnya dilarikan ke rumah sakit setempat.

Kita sengaja mengangkat peristiwa ini bukan karena tempat kejadiannya, melainkan fenomena minuman keras (miras) oplosan patut mendapat perhatian publik. Tujuannya untuk mencegah sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Kekonyolan serupa di Indramayu sering terjadi di tempat lain. Suratkabar Wall Street Journal, Kamis 15 Desember 2011, memberitakan ada 102 orang tewas dan puluhan lainnya sekarat di Narayan Swarup Nigam, India, setelah menenggak miras dioplos bahan bakar metanol dan zat anti beku.

Dalam konteks miras, khususnya di kota kita sudah ada aturan main guna melindungi keselamatan dan kepentingan publik berupa Perda tentang Ketertiban Umum. Produk hukum itu mengatur, tidak semua orang  atau tempat bisa menjual dan tidak pula bebas membeli atau mengkonsumsi miras. Celakanya, pelanggar mudah ditemui dengan berbagai ekses sensasional.

Fakta paling menggemparkan adalah kasus Afriyani, gadis pengemudi mobil Xenia,  mabuk kepayang. Di Hatle Bus Tugu Tani, Jakpus, ia menabrak 13  pejalan kaki hingga 9 tewas dan melukai 4 orang.

Beberapa hari lalu pada minimarket yang digandrungi remaja untuk santai terjadi keonaran melibatkan konsumen yang mabuk hingga berdarah-darah.. Minimarket tersebut leluasa menjual minuman beralkohol.

Tidak hanya itu, di kota kita ini juga menjamur warung  gerobak dorong menjual miras oplosan. Tak heran suasana gang-gang sekitar permukiman pada malam hari banyak dijumpai remaja mabuk. Prilakunya mengganggu ketentraman warga sekitar.

Di mana-mana korban berjatuhan. Ketentraman dan ketertiban lingkungan terusik. Aturan main untuk menindak pelanggar sudah tersedia. Kita tidak menghendaki pihak lain yang justru  terpaksa sweeping miras.

Kepastian hukum harus ditegakkan, tapi mengapa aparat berwenang tentang miras ilegal sering topang dagu pura-pura dungu? ***

Terbaru

hantu angkot
Kamis, 14/11/2019 — 8:54 WIB
Kisah Bocah yang Malang
Soultan Saladin.
Kamis, 14/11/2019 — 8:08 WIB
Soultan Saladin Musuh Rhoma yang Bercucu Sembilan
Kamis, 14/11/2019 — 7:59 WIB
Efektifkah Kenaikan BBN-KB?