Thursday, 21 November 2019

Dua Menit Satu Jam

Selasa, 29 Mei 2012 — 10:00 WIB

HARI masih pagi. Belum banyak yang olahraga jalan kaki. Ketika saya jalan sendiri dengan bersiul kecil, tiba-tiba bahu saya ditepuk seseorang. Cepat saya membalikkan badan.
“Ah, kau rupanya. Sendiri saja? Biasanya berdua,”  kata saya.
“Nyonya lagi pulang kampung,” kata kawan sepengajian itu.
“Bagaimana e-KTP, sudah selesai? Saya belum sempat  ke kelurahan.”
“Aku sudah ke kelurahan, katanya belum selesai.”
“Kan sudah lebih empat bulan?”
“Dari kelurahan data-data sudah lama dikirim. Dari atasnya belum turun.”
“Ya sudah, tunggu sajalah. Sebelum 2014 pasti selesai.”
“Betul juga, yang penting kan kita sudah punya KTP, biar belum elektronik juga. Ngomong-ngomong bagaimana sih parkir di dalam gedung di Jakarta ini?”
“Memang kenapa?”
“Aku jalan-jalan ke mal Kelapa Gading. Begitu mau keluar, kendaraan antre. Di pintu keluar aku kasi dua ribu karena perhitunganku pas satu jam. Petugas bilang empat ribu.”
“Mungkin jamnya beda?”
“Enggak. Begitu kulihat di struk karcis, tercantum 1 jam 2 menit. Masak lewat dua menit sudah dihitung satu jam. Padahal aku enggak salah, antre kendaraan panjang, jadi lebih dari empat menit.”
“Memang seharusnya Pemprov DKI perhatikan masalah ini. Kenapa enggak dikasih toleransi, lewat enam menit baru dihitung satu jam.”
“Bukan  soal duaribunya. Seharusnya petugasnya bisa cepat melayani, jadi antrenya enggak lama. Kan bisa saja, orang berpikir, petugasnya sengaja berlama-lama mengembalikan uang, sehingga parkir yang seharusnya hanya satu jam misalnya, karena lewat dua menit, jadi dua jam.”
“Bisa juga begitu. Bisa juga beda jam di pintu masuk dan keluar. Apa Pemprov DKI pernah mengecek, sama enggak penunjuk waktu di pintu masuk dan pintu keluar?”
“Ya, kita lihat sajalah, apa Pemprov DKI mau membiarkan begitu saja keluhan ini.”
“Mudah-mudahan tidak. Oh, ya, saya mau ke kelurahan dulu, mau mengecek apa nama saya sudah terdaftar sebagai pemilih.” Kami berpisah. Kawan itu katanya mau ke Senayan karena sudah janji dengan kawannya. Dua masalah sepele, e KTP dan parkir di dalam gedung, tapi tak perlu dibiarkan begitu saja. Perlu ada penyelesaiannya.

(lubis1209@gmail.com) *

Terbaru

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna usai mengikuti rapat membahas kesiapan Kampus UIII Cimanggis dengan Wakil Presiden RI Mar'uf Amin. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 11:23 WIB
Antisipasi Macet di Sekitar Proyek Kampus UIII Cimanggis
Pemkot Depok Usulkan Pelebaran Jalan Raya Bogor-Juanda