Tuesday, 10 December 2019

Angka Kecelakaan Kerja Lima Tahun Terakhir Cendrung Naik

Jumat, 1 Juni 2012 — 11:42 WIB
jamsostek-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Angka kecelakaan kerja lima tahun terakhir cenderung naik.  Pada 2011 terdapat 99.491 kasus atau rata-rata 414 kasus kecelakaan kerja per hari, sedangkan tahun sebelumnya  hanya 98.711 kasus kecelakaan kerja, 2009  terdapat 96.314 kasus, 2008 terdapat 94.736 kasus, dan 2007 terdapat 83.714 kasus.

Direktur Pelayanan PT Jamsostek Djoko Sungkono mengungkapkan hal ini  berdasarkan meningkatnya  jumlah klaim kecelakaan kerja yakni Rp504 miliar pada 2011, dari  Rp401,2 miliar pada tahun 2010. Sementara pada 2009 sebesar Rp328,5 miliar, 2008 sebesar Rp297,9 miliar, dan 2007 hanya Rp219,7 miliar.

Karena itu, kata Djoko, PT Jamsostek menyambut baik penerbitan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang diharapkan bisa menurunkan angka kecelakaan kerja.

“Meningkatnya angka kecelakaan kerja tersebut memprihatinkan. Kami berharap semua pihak terkait memberi perhatian pada kasus ini, termasuk perhatian pada keselamatan selama berkendaraan dari dan pulang dari tempat bekerja,” kata Djoko, kemarin.

Karena itu pula, Djoko memberi apresiasi atas PP yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 April 2012 yang merupakan peraturan pelaksanan dari pasal 87 UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang  mewajibkan semua pemberi kerja melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang lebih tinggi akibat karakteristik proses kerja.

Menakertrans Muhaimin Iskandar sebelumnya mengatakan dalam peraturan tersebut, SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan untuk mengendalikan risiko di tempat kerja.

Pemerintah mengeluarkan PP tersebut agar dapat meningkatkan efektifitas perlindungan K3 yang terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi, terutama bagi perusahaan yang mempekerjakan 100 tenaga kerja atau perusahaan dengan bahan produksi yang rentan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja.

Dalam PP itu disebutkan, pengusaha diwajibkan menyebarluaskan K3 kepada seluruh pekerja/buruh, orang lain selain pekerja/buruh yang berada di perusahaan dan pihak lain yang terkait.

(tri/sir)