Thursday, 21 November 2019

Bashar al-Assad Tunjuk Perdana Menteri Baru

Rabu, 6 Juni 2012 — 20:00 WIB
Handout shows Syria's former agriculture minister Riyad Hijab, who has been named as new prime minister

SANAA – Presiden Suriah Bahsar al-Assad menunjuk perdana menteri baru menyusul pemilihan bukan lalu yang diboikot oleh kelompok-kelompok oposisi.

Televisi resmi Suriah melaporkan presiden telah meminta Menteri Pertanian Riad Hijab untuk membentuk pemerintah baru.

“Presiden Assad mengeluarkan surat perintah untuk meminta Riad Hijab membentuk pemerintah baru,” lapor televisi Suriah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah Jihad Makdissi mengukuhkan berita tersebut lewat Twitter.

“Dr Riad Hijab adalah Perdana Menteri Baru Suriah dan akan membentuk pemerintah baru,” katanya pada Rabu, 6 Juni.

Hijab, 46, menggantikan mantan Perdana Menteri Adel Safar, yang bertugas membentuk pemerintah pada April 2011, satu bulan setelah pecah pergolakan di Suriah.

Tentara pemberontak Suriah di Kafranbel, dekat Idlib, pekan lalu – Reuters

Pengangkatan menteri pertanian sebagai perdana menteri baru Suriah dikecam oleh kelompok-kelompok oposisi.

Seorang aktivis Suriah Najati Tayyara mengatakan pengangkatan Hijab seorang anggota setia Partai Baath yang berkuasa, menunjukkan bahwa presiden mengabaikan tuntutan perubahan.

“Bagaimanapun kabinet hanyalah formalitas di Suriah, apalagi sekarang karena aparat keamanan mengambil alih semuanya,” tutur Najati Tayyara seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Wartawan BBC di Beirut Jim Muir mengatakan pembentukan pemerintah baru di Suriah memang sudah direncanakan menyusul pemilihan umum awal bulan lalu.

Pemilihan umum diadakan berlandaskan undang-undang dasar baru yang mengharuskan sistem multipartai, paling tidak secara teori.

“Namun Partai Baath yang sebelumnya memegang monopoli kekuasaan, masih mendominasi parlemen baru, meski ada beberapa anggota independen,” jelas Muir.

Sebelumnya beberapa kalangan oposisi memperkirakan Presiden Assad akan mengangkat sosok yang tidak berasal dari Partai Baath untuk memberikan kredibilitas terhadap proses reformasi.

Penunjukkan perdana menteri baru terjadi ketika tekanan internasional terhadap Suriah meningkat untuk menghentikan kekerasan setelah terungkat pembantaian massal bulan lalu di kota Houla.

Lebih dari 100 orang, termasuk anak-anak dan perempuan tewas. (bbc/dms)