Thursday, 14 November 2019

Presiden SBY Buka MTQ di Ambon

Jumat, 8 Juni 2012 — 22:51 WIB
sby31

AMBON (Pos Kota) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan pelaksanaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Nasional XXIV dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

“Kita ingin meningkatkan kualitas kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang ditopang nilai-nilai universal Islam dan  nilai-nilai agama lainnya, utamanya nilai-nilai kesolehan sosial, solidaritas dan toleransi dari negara kita sebagai model dari semangat toleransi dikalangan umat beragama ,” kata SBY dalam pidatonya pada pembukaan MTQ di Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku, Jumat (8/6)  malam.

Ia mengatakan toleransi antar umat beragama sekarang ini telah ditunjukan oleh masyarakat Maluku  yang  majemuk  yang bersama-sama turut serta dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ.

Suasana hujan deras sejak Jumat pagi  tidak mengurungkan  niat ribuan warga Maluku untuk menyaksikan pembukaan  MTQ yang  di Lapangan. Merdeka, Ambon, Juamt malam.

Pembukaan MTQ cukup meriah meskipun di tengah  rumput basah karena terguyur  hujan sejak pagi hingga sore hari tetap menampilkan atraksi yang menarik bagi warga Ambon.

Atraksi itu di antaranya,  menampilkan tarian kolosal yang menggambarkan semangat gotong royong warga Maluku dari berbagai agama dalam membangun mesjid.

Pembukaan resmi MTQ dilakukan SBY dengan penekanan tombol yang didampingi Menteri Agama Suryadharma Ali dan Gubernur Maluku Karel Alber Ralahalu. Acara itu juga dihadiri Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono. Selain itu, dihadiri para duta besar dari negara sahabat, pimpinan MPR dan DPR, manteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, termasuk para gubernur, walikota/bupati seluruh Indonesia.

Pembukaan MTQ ini dihadiri 1.890 kafilah dari 33 provinsi dan lebih dari 3.000 orang sebagai rombongan  kafilah.

Menteri Agama Suryadharma Ali dalam pidatonya menegaskan, MTQ telah menjadi budaya di Indonesia, ikon syiar Islam dan perekat anak bangsa, sejak pertama kali dilaksanakan di Makassar Tahun 1968

Ia juga mengatakan kemajemukan fakta sosial di Indonesia dan MTQ telah membuktikan  kematangan dalam  menata kemajemukan.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dalam pidatonya mengatakan, pelaksanaan MTQ telah melibatkan warga Maluku baik muslim maupun non muslim.

“Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa hidup harmonis dan warga Maluku ingin melupakan masa lalu yang kelam yang pernah terjadi di sini karena itu sekarang ini Maluku tidak bisa lagi disebut sebagai wilayah konflik, tapi sudah menjadi daerah damai. Ini terbukti dengan pelaksanaan MTQ kami secara bersama-sama melaksanakan MTQ,” tutur Karel. (Johara/dms)