Thursday, 14 November 2019

Ahli Waris Lahan Ancam Kembali Segel SDN Cilalung Jombang

Selasa, 12 Juni 2012 — 23:43 WIB
ahli126

SETU (Pos Kota) – Ahli waris lahan seluas 1000 meter yang dibangun SDN Cilalung, Jombang kecewa dan siap menutup kembali sarana belajar dan mengajar yang sudah dipakai selama lebih 23 tahun. Pasalnya, saat ingin menanyakan kelanjutan musyawarah ganti rugi di gedung DPRD Tangsel kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanggerang Selatan (Tangsel) malah menghidar.

“Kami jelas kecewa dengan pejabat Pemkot Tangsel yang terkesan mengulur waktu untuk menuntaskan masalah lahan yang dipergunakan untuk sekolah tersebut,” kata Erni Sumarni, ahli waris saat mendatangi gedung DPRD Kota Tangsel, Selasa (12/6).

Lebih parah lagi, tambah dia, Sekda Dudung S Diredja usai mengikuti rapat paripurna di DPRD setempat malah menghidar dan tak mau bertemu dengan ahli waris berkaitan kelanjutan musyawarah dan janji Pemkot Tangsel yang ingin membayar ganti rugi.

Tidak puas dengan aksi Sekda Tangsel yang mendapatkan tanggung jawab menuntaskan masalah lahan seluas 1000 meter kepada ahli waris oleh Pemkot setempat. Erni Sumarni terpaksa mendatangi Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang juga hadir di lokasi tersebut.

“Saya dan ahli waris lainnya hanya minta kepastian kapan Pemkot Tangsel membayar ganti rugi lahan seluas 1000 meter yang kini sudah berdiri gedung SDN Cilalung, Jombang,” ujarnya kepada Wakil Walikota setempat Benyamin Davnie. “Ahli waris sudah menanti sejak 23 tahun lalu dan hingga kini hanya dijanji-janjikan saja untuk dibayar.”

Ditegaskannya, jika sampai batas waktu tak juga ada kepastian dari Pemkot setempat ahli waris dengan berat ahti akan menyegel dan menutup sarana dan prasarana belajar yang selama ini dipergunakan dengan murid mencapai ratusan orang.

Mendengar ucapan ahli waris itu, Benyamin Davnie, hanya meminta ahli waris sabar dan secepatnya menanyakan masalah itu ke Sekda agar masalah itu dituntaskan. “Saya akan Tanya Sekda hasil musyawarah yang dilakukan bulan Januari 2012 lalu,” tuturnya.

Sebelumnya Pos Kota (12/6), ahli waris lahan seluas 1000 meter yang dipergunakan untuk gedung sekolah menanggih janji Pemkot Tangsel dan mengancam akan membuldoser gedung jika ganti rugi tak diberikan yang dijanjikan pertengahan Juli 2012 mendatang.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Tubagus Bayu Murdani, mengaku kecewa dan sangat menyayangkan masih berlarut-larutnya persoalan sengketa lahan sekolah SDN Cilalung, Jombang terlebih sejumlah pejabat Pemkot setempat terkesan enggan bertemu dengan ahli waris.

Ia menilai Pemkot Tangsel seolah-olah paranoid atau ketakutan menghadapi kasus sengketa lahan. “Seharusnya sikap Sekda tidak perlu seperti itu. Sekda harus punya etika saat warga ingin menanyakan sesuatu,” katanya. (anton/b)

Teks : Ahli waris pemilik lahan SDN Cilalung Ciputat mendatangi DPRD Tangsel