Monday, 14 October 2019

Pengadaan Baju Anggota DPRD, Polisi Temukan Kerugiaan Negara

Selasa, 12 Juni 2012 — 19:05 WIB
purwo126

SERANG (Pos Kota) – Penyidik Polda Banten mengungkap potensi kerugian negara, dalam proyek pengadaan pakaian dinas untuk 85 anggota DPRD Banten, senilai Rp 510 juta. Dari hasil penyelidikan, ditemukan kerugian Negara dalam proyek tersebut mencapai hingga Rp 442 juta dari nilai total proyek.

Menurutn Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Banten, Kombes Pol Purwo Cahyo, kerugian yang ditemukan dari hasil penghitungan penyidik, terhadap sejumlah barang bukti seperti dokumen dan jenis pakaian yang disita penyidik.

“Namun, ini baru penghitungan penyidik. Kalau untuk kelengkapan berkas P21, kita akan gunakan dari hasil audit BPKP,” ungkap Direskrimsus Kombes Pol Purwo Cahyo, kepada wartawan, Selasa (12/6) di Mapolda Banten.

Purwo juga mengungkapkan, meski pihaknya sudah menemukan nilai kerugian Negara dalam proyek pengadaan baju dinas di sekretariat DPRD Banten. Namun, pihaknya tetap belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka. Karena, untuk memeriksa para tersangka tersebut pihaknya harus mendapatkan hasil audit BPKP terebih dahulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Banten telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengadaan baju dinas tersebut, ketiga tersangka tersebut yaitu DR Sekwan DPRD Banten dan YY dari CV Wijaya Makmur dan pria berinisial B dari CV Bayu Karisma.

Untuk diketahui, kasus ini mencuat lantaran pengadaan baju dinas bagi 85 anggota DPRD Banten yang dilakukan Sekretariat DPRD Banten pada 2011 dengan anggaran seniali Rp 510 juta. Namun, angaran seharusnya untuk pengadaan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), Pakaian Sipil Resmi (PSR) dan Pakaian Dinas Harian (PDH) untuk masing-masing anggota dewan tiga pasang pakaian, ternyata tidak ada atau tidak semua anggota dewan mendapatkan pakaian tersebut. (haryono)

Teks : Kombes Pol Purwo Cahyo