Friday, 06 December 2019

Butuh Dedikasi Polisi

Sabtu, 16 Juni 2012 — 5:45 WIB

PEREMPUAN pembunuh wanita hambil 5 bulan, kemarin, berhasil dibekuk aparat kepolisian. Tempat penemuan mayat korban dengan daerah penangkapan pelaku sama yakni di Depok, Jawa Barat. Hanya saja, polisi butuh waktu 4 hari guna membongkar misteri yang terjadi.

Pelaku adalah DA, gadis berusia 27 tahun. Korbannya, Titi Mujarwati, 29 tahun. Dugaan sementara  tentang motif pembunuhan, selain berebut cinta juga ada unsur perampokan.

Bagi kita, keberhasilan jajaran Polres Depok tersebut melegakan.  Setidaknya, dapat memulihkan rasa aman. Sebelumnya, berkembang spekulasi di warung-warung kopi, pojok pasar tradisional  hingga bisik-bisik kaum perempuan di berbagai tempat.  Maklum, Titi Mujarwati  tewas dalam kondisi mengandung  dan lehernya ada bekas jeratan tambang.
Kematian wanita tukang kredit keliling kampung ini, dianalisa polisi ada dua kemungkinan. Pertama, perampokan uang korban sebanyak Rp32 juta. Kedua, soal asmara. Janin dalam kandungannya menjadi kunci pembuka tabir.

Polisi sejak mengetahui mayat itu bernama Titi, mengembangkan kasus dengan cara mencari tahu siapa pria yang menghamili perempuan tersebut? Orang yang dicari-cari mengarah ke anggota satpam pada satu kompleks perumahan di Depok. Pria tersebut ternyata juga menjalin cinta dengan DA. Teka-teki mulai menemukan titik terang.
Kita menjadikan kasus ini sebagai ulasan, selain karena peristiwanya  mendapat perhatian khalayak sekaligus bertujuan memberi apresiasi atas kerja keras kepolisian setempat. Kemampuan membongkar misteri dalam tempo relatif singkat tentu berkat tanggung jawab profesi dan dedikasi tinggi.

Polres Depok bagian dari Polda Metro Jaya. Ke depan kita harapkan jajaran polisi di kota kita  ini, mampu mencegah kejahatan yang disertai kekerasan. Utamanya pembunuhan, pemerkosaan dan atau perampokan.
Perbuatan biadab tersebut dewasa ini bagai susul-menyusul. Siang atau malam pelaku masuk ke dalam rumah, merampas harta, memperkosa dan mengakhiri nyawa korbannya.

Sekadar untuk bahan renungan, data Polda Metro Jakarta menyebutkan selama tahun 2011 terjadi pembunuhan 64 kasus, pemerkosaan 68 kasus. Memasuki tahun 2012 sejak Januari-April 2012, ada 21 kasus pembunuhan, 20 kasus pemerkosaan.
Korbannya bisa saja di antara kita, anggota keluarga, saudara, famili atau warga sekitar lingkungan permukiman yang kita tinggali. Sebagian masih misterius di antaranya kasus pembantaian Ny. Syamsinar (58), janda pensiunan Bank BNI  yang bermukim di Jl. Asem Baris Raya, Kebon Baru, Jaksel, Minggu, 10 Juni 2012.

Tiada jera kita mengingatkan tentang pentingnya  sistem keamanan lingkungan. Jangan sampai diabaikan. Tapi sehebat apapun kekompakan warga menjaga lingkungan, tetap membutuhkan integritas dan dedikasi polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.***