Monday, 09 December 2019

Bulan Perjuangan Tanpa Henti

Senin, 18 Juni 2012 — 9:32 WIB

BULAN Juni tahun ini merupakan bulan perjuangan yang tiada henti. Rakyat Jakarta merayakan hari kelahiran kotanya pada tanggal 22 Juni yang ke-485. Yang merupakan sejarah panjang kota Jakarta. Moh Husni Thamrin merupakan orang Betawi yang menjadi anggota Volksraad (Parlemen pada zaman penjajahan Belanda) adalah salah satu orang yang tiada henti-hentinya memperjuangkan Jakarta sebagai kotanya orang Betawi dan orang Indonesia yang kini berkembang pesat menjadi kota “Metropolitan” dan kota “Internasional”.

Pancasila juga lahir pada Bulan Juni, tepatnya tanggal 1 Juni yang menjadi Ideologi Negara Indonesia hingga saat ini. Kini orang tersentak untuk menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara yang harus ditegakkan, diperjuangkan dan dilaksanakan serta diamalkan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Karena Pancasila tidak sama dengan paham Liberalisme dan Komunisme. Nilai-nilai Pancasila akan terus dikumandangkan sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika dan wawasan kebangsaan kita.

Bung Karno juga lahir tepatnya tanggal 6 Juni. Sebagai manusia, Bung Karno ada kesalahannya, tetapi lebih banyak jasanya. Beliau adalah Bapak Proklamator.  Beliau penggali Dasar Negara Pancasila. Ide-ide beliau banyak yang relevan dengan kehidupan sekarang. Misalnya: ide Berdikari berkaitan dengan ekonomi kita dan lain-lainnya. Banyak ide Bung Karno yang perlu diperjuangkan dan kini sedang terus diperjuangkan untuk dituntaskan.

Bulan Juni juga bulan kelahiran Pak Harto, tepatnya pada tanggal 8 Juni. Sebagai Presiden RI yang ke-2, Pak Harto banyak melanjutkan ide-ide Bung Karno dalam melaksanakan pembangunan. Sebagai manusia, Pak Harto juga sama dengan Bung Karno, tidak luput dari kesalahan, tetapi lebih banyak jasa-jasanya di dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan  dengan pembangunan. Jika Bung Karno mendapat gelar “Bapak Proklamator”, Pak Harto telah diberi gelar “Bapak Pembangunan” oleh rakyatnya. Kini banyak rakyat yang mendambakan keadaan aman seperti zaman Era Pak Harto.

Yang lebih penting lagi bulan Juni kali ini, yaitu pada tanggal 17 adalah peringatan Hari Isro’ Mi’roj, karena Isro’ Mi’roj bagi umat Islam merupakan hari yang sangat penting. Pada saat Isro’ Mi’roj itulah umat Islam diperintahkan oleh Allah untuk sholat dalam satu hari lima kali, yang sebelumnya sholat lima puluh kali sehari.

Nabi besar Muhammad SAW sebagai RosulNya mampu menterjemahkan dan melaksanakan petunjuk Allah melalui Kitab Suci Al-Qur’an. Untuk itu memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Besar Muhammad SAW tiada henti dan terus dikembangkan sesuai dengan zamannya, hingga zaman-zaman yang akan datang. Dari rentetan peristiwa bulan Juni tersebut, sungguh merupakan pelajaran bagi Bangsa Indonesia dalam melanjutkan perjuangannya dengan dimensi agama dan dimensi sosial dalam melaksanakan pembangunan.

Pada malam Minggu, tanggal 16-17 Juni kemarin, Pos Kota telah menggelar pertunjukan Wayang Kulit dengan lakon “Lahirnya Wisanggeni” untuk memperingati peristiwa-peristiwa di atas dengan Dalang Ki Wisnu Warsito Pethuk dan Ki Maryono Brahim. Semua itu semoga ada manfaatnya bagi kita semua. *