Tuesday, 10 December 2019

Demban Saribu untuk Halakita

Selasa, 19 Juni 2012 — 17:07 WIB
tor

Horas!

Agar kita tidak sibuk terus membicarakan klaim-klaim  soal budaya kita, saya membuat tulisan terbuka ini berjudul dembanSaribu yang maksudnya agar kita lebih banyak berbuat, tidak nato saja.

dembanSaribu adalah sebuah wadah untuk pengumpulan dana dari siapa saja  khususnya halakita orang Batak yang mencintai Batak dan Habatahon.

Dana ini dikumpulkan sesuai dengan namanya, dembanSaribu, dengan  harapan  semua kita menyumbang minimal Rp 1.000,- (Seribu Rupiah Saja) setiap  bulannya untuk kita jadikan modal berbagai rencana ke depan.

Potensi orang Batak, suka atau tidak suka, harus diakui banyak sekali yang  sudah terbukti dan teruji. Di bidang pemerintahan, politik, ekonomi,  pendidikan, militer maupun di sektor bisnis nonformal lainnya. Di bidang kebudayaan dan kesenian, termasuk kuliner, juga banyak yang sukses.

dembanSaribu ini dimaksudkan untuk lebih fokus terhadap kebudayaan dan kesenian serta kuliner untuk membantu pelaku – pelaku budaya, kesenian dan kuliner tersebut dalam peningkatan kinerjanya.

Dari sisi kesenian, sebagai contoh saja, ada yang namanya Tigor Situmorang  sebagai composser, arranger, conductor of Gondang Orchestra, ada Rismon Raja Mangatur Sirait pengelola Sanggar Seni Budaya Lusido, Ajibata dan Thomson HS dengan opera Bataknya atau (Plot) Siantar.

Budayawan sekaligus penulis handal masing – masing Saut Poltak Tambunan,  Suhunan Situmorang, Jansen Sinamo, Idris Pasaribu, Jannerson Girsang, Hotman J Lumban Gaol (Hojot Marluga), Thomson Hutasoit, JP Sitanggang dan lainnya. Kalau Sitor Situmorang dan Parakitri Simbolon sudah tidak perlu diragukan lagi.

Ada juga Merdi Sihombing dengan berbagai tampilan mode ulosnya dan kampung ulosnya maupun saya sendiri, Efendy Naibaho di media cetak, online dan broadcast Batak yakni tabloid pusukBuhit, Radio Soara Pusuk Buhit 93,9 FM di Pangururan, www.pusukbuhit.com, batakpedia.net dan Yayasan Pusuk Buhit.

Juga ada Radio Tona di Jakarta maupun tabloid Jou-Jou Laris Naibaho dan segudang lagi majalah Batak di Jakarta yang tetap eksis. Tak bisa juga dilupakan Sebastian Hutabarat, dengan foto-foto Batak-nya.

Di bidang kuliner, di luar catering boru naburju, ada nama Parlin Manihuruk yang mengembangkan pora-pora dan pelaksana even (EO), sudah lumayan. Ada Maria boru Tampubolon yang berkembang terus dengan kreasi kaos Bataknya dan even fiestanya maupun Marim Purba Cs dengan penampilan artis tempo doeloe melalui lembaga mereka: Kelompok Pecinta Musik Daerah.

Akankah kita biarkan potensi-potensi raksasa ini berjalan sendiri terus?

Untuk itulah Gagasan dembanSaribu ini dibawah naungan Yayasan Pusuk Buhit,  kami gulirkan dengan maksud agar ada even tetapnya dengan menampilkan pelaku budaya itu sendiri dan membantu operasional semua lininya: kesenian, opera, media cetak, online, penerbitan buku, pagelaran dan lainnya.

Termasuk membantu operasional liputan, penelitan dan ekspedisi ilmiah di Tanah Batak dan Parserahan untuk media cetak dan online-nya serta broadcast-nya.

Even-even yang akan ditampilkan:
1. festivalSada, dengan menampilkan budaya dan atraksi semua etnis puak dengan lokasi tetapnya di Pangururan, dilaksanakan di akhir tahun setiap tahunnya.

2. Pertunjukan Opera Batak setiap bulan, mentas selama 2 hari setiap bulannya di Siantar

3. Show penyanyi handal tempo doeloe– malam kenangan – setiap tiga bulan di Tarutung misalnya: Semalam Bersama Dakka Hutagalung, Semalam Bersama S Dis, Nahum Situmorang dll

4. Partungkoan Pusuk Buhit di TMII Jakarta dengan topik diskusi berbeda sekali sebulan misalnya “Ulos Najolo, Saonari, Haduan” yang dipaketkan dengan pameran ulos atau apa yang akan didiskusikan sekaligus pameran buku dari penulis Batak.

5. Bedah Buku Batak (sekaligus ditampilkan kaos, majalah Batak dan asesori Batak lainnya) di berbagai tempat: Medan, Siantar, Balige, Dolok Sanggul, Tarutung, Tomok, Sibolga

6. Gondang Orchestra di Parapat sekali tiga bulan

7. Lomba Kuliner di Balige dan Dolok Sanggul serta Sidikalang dan Kabanjahe.

Even ini harus dilaksanakan kontiniu sehingga mudah dijual ke luar negeri dan memerlukan EO tersendiri dan tentu saja, anggaran.

Anggarannya, memang bukan hanya dari kita, juga akan dimintai dari APBN, APBD, BUMN dan sponsor lainnya.

Untuk semuanya itu, ayo kita bantu dan silakan siapapun yang mau bergabung sebagai pekerja sukarela untuk datang ke sekretariatnya:

Jalan Garuda Raya No 4, Percut Sei Tuan, Telefon 061 – 732 56 32
(ruko-ruko setelah Perguruan Parulian, Perumnas Mandala).

Bantuan perangkat keras seperti laptop, komputer dan lain-lainnya, silakan ke alamat ini.

Untuk yang mau membantu dana, silakan ditransfer ke:
BCA 022 1965 123 a/n Efendy Naibaho

Kepada yang memberikan bantuan melalui transfer, mohon untuk di sms ke
smsCenter: 0819 600 0819 untuk segera diposting di wall grup facebook
dembanSaribu ini.

Juga akan disiarkan di tabloid pusukBuhit yang terbit setiap hari Selasa dan di media online Batak dan Habatahon: www.pusukbuhit.com

Sebagai auditor semua sumbangan (pemasukan dan pengeluaran), dihunjuk

Pahala Napitupulu, akuntan pajak yang juga pimpinan ormas buruh di Medan.

Terimakasih atas partisipasi kita semua, horas ma, mauliate.

Salam,

Efendy Naibaho

Pimpinan Yayasan Pusuk Buhit

mobile   : 0812 6419 1119
smsCenter: 0819 600 0819
email : efendynaibaho@ymail.com

Yayasan Pusuk Buhit
Notaris Binsar Simanjuntak – Medan
SK Menhunkam:
No AHU-8104.AH.01.04 Thn 2011)
NPWP: 02.889.921.9-127.000