Friday, 06 December 2019

Razia Paling Ceroboh

Rabu, 20 Juni 2012 — 9:59 WIB

DIJEBAK polisi terkait narkoba? Segeralah melapor ke Propam Polda Metro Jaya untuk diambil tindakan hukum. Itulah penegasan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, kemarin, menanggapi kasus razia pengendara oleh polisi pada malam hari di sekitar Kemang, Jaksel.

Kejadiannya berawal dari Lita Stephanie, warga Tebet, yang tidak merasa tapi oleh 10 polisi dipaksa mengaku sebagai pemilik narkoba. Ia yakin benda yang dibawanya hanya obat pusing dan alergi.

Perdebatan antara Lita dengan polisi berlanjut ke apotek terdekat untuk meminta second opinion. Keputusan apoteker memastikan Lita benar. Geger intimidasi polisi kepada Lita meluas melalui jejaring sosial twitter.

Berbagai reaksi muncul. Di antaranya mengatakan kelakuan polisi kepada Lita bukan yang pertama. Ada pula yang mengkabarkan tentang perbuatan oknum polisi menjebak pengendara dengan cara meletakkan narboba di dalam kendaraan untuk tujuan memeras.
Lita sampai tadi malam belum melaporkan permasalahannya ke pihak berwenang di polda. Ini pembelajaran amat getir dan berharga untuk diteptik hikmahnya.

Pertama, semangat aparat memberantas penyalahgunaan narkoba harus terukur.  Kedua, siapapun jika yakin benar tak usah gentar walau digertak satu pleton polisi. Fakta jauh lebih keras ketimbang gelegar halilintar.
Sayangnya, belum semua di antara kita bernyali seperti Lita. Baru mendengar narkoba saja sudah phobia. Apalagi dituding polisi sebagai pemilik barang laknat, weleh-weleh… seram.

Kecenderungan yang berkembang dimanfaatkan kawanan penipu. Mereka secara teroganisir  menyampaikan kabar palsu via telepon kepada orangtua  berduit tebal penyayang putra-putrinya.

Anak atau anggota keluarga penerima telepon diinformasikan ditangkap polisi gara-gara kedapatan mengkonsumsi atau membawa narkoba.  Pada umumnya langsung sock. Tingkat kedasaran anjlok.
Saat bersamaan, penelepon menyatakan bersedia membebaskan buah hati dari jeratan hukum dengan syarat segera mentransfer uang puluhan hingga ratusan juta rupiah ke nomor rekening bank  yang dikehendaki.  Walau tergolong murahan, modus  terseut telah banyak makan korban.

Polisi selaku pengayom dalam penyelidikan hendaknya  menghindari gertak sambal atau intimidasi. Teknik serupa itu mirip kelakuan kawanan penipu. Mengungkap apa yang terjadi, bisa tanpa suara. Lalu apa maksudnya menakuti-nakuti?  Kasus Lita adalah akibat razia paling ceroboh digelar polisi. ***