Friday, 06 December 2019

Anti Politik Uang, Foke-Nara Tebar 30 Ribu Relawan

Sabtu, 7 Juli 2012 — 19:43 WIB
anti-sub

JAKARTA (Pos Kota) –  Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) menginginkan pemilukada 11 Juli 2012 bersih dari praktek tercela dan tidak curang.  Sebab itu, Bang Foke-Nara membentuk tim anti politik uang (money politic) dengan menyebar 30 ribu relawan.

Relawan tersebut nantinya akan melakukan pengamatan di 15 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Mereka akan mengamati apakah terjadi politik uang pada saat pencoblosan,”kata Nachrowi Ramli, pasangan Fauzi Bowo usai deklarasi anti politik uang di Tugu Proklamasi, Jakpus, sabtu (7/7). Pada deklarasi tersebut hadir ribuan relawan.

Selain itu, relawan tersebut juga diminta melaporkan seluruh peristiwa yang ada di masing-masing TPS. “Pokoknya kita harus menolak adanya politik uang pada pemilukada ini,”tandasnya.

Politik uang atau sering disebut money politic, kata Kahfi, sangat ditentang pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. “Pasangan tersebut sangat anti politik uang. Mari kita sama-sama mengawasi,”pintanya.

Menurutnya, pembentukan tim anti politik uang tersebut tidak berkaitan dengan adanya dugaan salah satu lembaga swadaya masyarakat menyangkut  money politic yang dilakukan sejumlah calon. “Ini sudah masuk program sejak lama. Jadi tidak terkait dengan berbagi isu yang dilontarkan kalangan tertentu.”

Sementara itu, A.Hamzah, pengamat kebijakan public Jakarta, mengatakan panitia pengawas pemilihan umum (Panwas) harus aktif melakukan pemantauan. “Jangan sampai ada pemberian sesuatu atau uang kepada warga untuk memilih seseorang,”katanya.

Menurutnya, pemilikada untuk memilih Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 ini harus bersih. “Bila ditebari uang maka akan semakin merusak mental masyarakat. Mau jadi apa Jakarta nantinya?”tandasnya.

Ramdhansyah, ketua Panwalu DKI Jakarta, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dengan ketat menyangkut penyelenggaraan pemilukada. “Tidak akan luput dari pantauan panwas,”katanya.

Sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya praktek politik uang yang dilakukan masing-masing kandidat.

(john/sir)