Wednesday, 16 October 2019

Dampak Kemarau, Pantura Karawang Terancam Gagal Panen

Sabtu, 7 Juli 2012 — 15:46 WIB
panen-sub

KARAWANG (Pos Kota) – Musim kemarau, areal persawahan yang ditanami padi pada musim gadu saat ini di Wilayah Pantai Utara Karawang, di Kecamatan Banyusari dan Kecamatan Jatisari, Karawang, Jawa Barat,  terancam gagal panen, karena kekurangan pasokan air dari kali yang ada di daerah setempat.

Para petani pemilik maupun penggarap, mulai panik menghadaopi musim kemarau saat ini. Mereka dengan berbagai cara mengupayakan supaya tanaman padinya yang berumur satu sampai dua bulan, pada waktunya bisa dipanen, dengan cara menggunakan pompa untuk menyedot air dari saluran irigasi dan kali yang berdekatan dengan sawahnya yang juga mulai surut.

“Sejak sekitar dua pekan kami selalu menggunakan pompa agar bisa memperoleh air untuk mengairi areal sawah, karena kondisi irigasi memang sudah mulai surut,” kata Hasan, seorang petani di Desa Situdam, Kecamatan Jatisari di Karawang.

Hasan mengatakan, tak ada cara lain agar tanaman padinya tidak gagal panen, selain dengan memempo air dari sisa air di saluran irigasi. Karena itu para petani di daerahnya rela berjam-jam hingga berhari-hari untuk memompa air agar areal tanaman padinya bisa terairi.

Saat ini, kata dia, tanaman padi sangat membutuhkan air agar bulir padi tidak kosong.  Petani berharap Pemkab Karawang segera mengatasi kesulitan air yang kini sudah dialami para petani di Karawang, dengan cara membantu menyediakan mesin pompa air.

“Jika sampai beberapa pekan ke depan kondisi air masih sulit, kami khawatir tanaman padi kami akan gagal panen, untuk tetap supaya dapat  pasokan air, sekarang ini kami menyedot air dari anak Kali Cilamaya” ucap Hasan dam H. Maman.

Petani di wilayah Jatisari lainnya, Amin, mengaku dirinya bersama para petani lainnya terus menyedot air yang tersisa dari saluran irigasi yang mengalir ke petakan sawah, dari anak sungai Cilamaya. Hal tersebut dilakukan agar tanaman padi para petani itu tetap memperoleh air menjelang memasuki masa panen.

SUPAYA WASPADA

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Karawang, Kadarisman, sebelumnya mengimbau agar para petani di daerahnya mewaspadai ancaman kekeringan pada musim kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir, karena di beberapa daerah kini petani sudah kesulitan air.

“Secara pasti, hingga saat ini belum ada areal persawahan di Karawang yang kekeringan. Hanya para petani di wilayah Pantura (pantai utara) Karawang kini sudah mulai kekurangan air,” katanya.

Dikatakannya, sejumlah areal persawahan wilayah pesisir utara Karawang yang kini terancam kekeringan pada musim kemarau tersebut ialah areal persawahan di wilayah Kecamatan Rengasdengklok, Batujaya, Jayakerta, Pakisjaya, Tirtajaya, Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon, serta pesawahan daerah Pantura lainnya di Karawang.

TAMBAH DEBIT AIR

Dari laporan yang ada, kata dia, saat ini air dari saluran irigasi di sejumlah wilayah tersebut tidak sampai ke petakan sawah, cukup mengkhawatirkan, apalagi kini areal persawahan di wilayah itu memasuki masa tanam.

Kadarisman mengimbau agar para petani di Pantai Utara Karawang, waspada terhadap ancaman kekeringan pada musim kemarau kali ini, karena bisa saja akan mengakibatkan gagal tanam.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihaknya selalu berkoordinasi ke Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur Purwakarta, agar menambah debit air ke saluran irigasi yang mengalir ke Wilayah Pantura Karawang.

(nourkinan/sir)

Teks Gbr-Petani Pantai Utara Karawang ketar-ketir tanaman padinya gagal panen akibat kemarau panjang. (nourkinan)