Wednesday, 23 October 2019

400 Irigasi Dibangun di Jabar

Minggu, 8 Juli 2012 — 9:17 WIB
Ahmad-Heryawan

SUKABUMI (Pos Kota) – Keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengairi lahan pertanian terus dilakukan. Pada tahun ini, Pemprov Jabar akan membangun 400 saluran irigasi di wilayahnya. Ratusan irigasi itu yakni jaringan irigasi desa (jides) dan jaringan tingkat usaha tani (jitut).

Gubernur Jabar,  Ahmad Heryawan, menjelaskan memasuki musim tahun ini  dampak kekeringan tidak terlalu parah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kendati memasuki kemarau saat ini hampir tiap minggunya minggunya masih turun hujan.

“Memasuki musim kekeringan tidak menimbulkan terlalu luas bencana kekeringan. Kalaupun ada lahan kekeringan hanya luasannya hanya sedikit,” jelasnya.

Menyinggung adanya persoalan atau konflik yang terjadi sesama petani biasanya ditimbulkan pembagian air. Hal itu bisa ditepis, kata Heryawan, dengan melaksanakan budaya gotong royong.

“Dalam kaiatannya ini harus adanya komunikasi antar masyarakat  yang berjalan baik. Sehigga tidak akan terjadi gontok-gontokan sesama petani dalam pembagian air,” terangnya.

Sementara itu, dampak kekeringan saat ini terus meluas di sejumlah wilayah di Sukabumi. Warga di Kampung Gedogan, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, misalnya. Kini mereka  terpaksa menggunakan air kubangan untuk kebutuhan sehari-sehari. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir.

Dari pengakuan warga, kondisi kekeringan di wilayahnya sudah menjadi musiman. Ketika memasuki musim kemarau, mereka terpaksa mengambil air kubangan untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak dan mandi. Untuk mengambil air kubangan, mereka terpaksa harus menempuh jarak sekitar 500 meter.

(sule/sir)