Tuesday, 19 November 2019

Asap Rokok Lebih Berbahaya Dibandingi Polusi Udara

Rabu, 18 Juli 2012 — 23:39 WIB
ilusasap

JAKARTA (Pos Kota) – Asap rokok ternyata jauh lebih berbahaya dibanding polusi udara. Penelitian menunjukkan, orang yang menghirup udara yang terpapar asap rokok lebih berbahaya daripada menghirup udara yang terpapar polusi biasa.

“Peneliti menemukan, perokok pasif atau orang yang terpapar asap rokok 16 kali lebih berbahaya daripada paparan polusi udara biasa. Karena asap rokok dapat meningkatkan jumlah partikel halus di udara yang berbahaya berkali-kali lipat banyaknya,” papar Ketua Komnas Pengendalian tembakau dr Prijo Sidipratomo di Jakarta, Rabu (18/7).

Studi tersebut, kata dia, dilakukan selama lima minggu dengan memasang monitor udara untuk mengukur kualitas udara di satu jalan di depan pusat perbelanjaan. Ada sekitar 284 orang yang merokok di sepanjang jalan tersebut.

Peneliti menemukan, setiap kali ada perokok yang menghembuskan asap rokok, sekitar 70 persen partikel halus tersembur ke udara dibandingkan ketika tidak ada perokok yang melewati jalan tersebut.

Sehingga ketika seorang perokok pasif berdiri di samping perokok aktif, perokok pasif terancam menghirup udara yang lebih berbahaya 16 kali lipat daripada ketika dia menghirup udara yang tercemar polusi lainnya.

SALURAN NAPAS

Dr Prijo yang juga Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan, dari sekian banyak dampak negatif asap rokok, kerusakan pada saluran napas paling sering dijumpai. Gejalanya bukan cuma batuk, tapi lebih beragam jika sudah mengarah pada kerusakan yang sifatnya permanen dan bahkan mematikan.

“Racun rokok bersifat silio toksik. Sebatang rokok bisa mematikan sebatang silia (rambut getar di saluran napas),” katanya.

Tanda-tanda kerusakan tubuh akibat rokok, menurut Prijo, adalah: batuk berdahak, sesak napas (asma), paru-paru bengkak, berat badan turun drastis akibat kanker paru, nyeri dada akibat kanker paru kronis.

Ketika sudah memasuki stadium lanjut, peluang hidup penderita kanker paru yang sering dinyatakan dalam 5-year survival rate hanya sekitar 13 persen. Dari berbagai kasus yang pernah dijumpai, hanya 10-20 persen kanker paru yang bisa sembuh dengan operasi. (aby)

Terbaru

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan,.(imam)
Selasa, 19/11/2019 — 19:40 WIB
4 WNA Ditangkap
Bea Cukai Bandara Soetta Waspadai Penyelundupan Narkotika Jelang Tahun Baru
barang-barang yang terbakar dalam kamar dikeluarkan keluarga korban.
Selasa, 19/11/2019 — 19:28 WIB
Suami Istri Terbakar di Kamar