Wednesday, 23 October 2019

Jepang Tuding Pengusaha Kertas Indonesia Lakukan Dumping

Sabtu, 11 Agustus 2012 — 18:46 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Sebelas perusahaan produsen kertas fotokopi Indonesia kena tuduhan dumping oleh otoritas antidumping Jepang. Pemerintah diharapkan membantu mengatasi tuduhan tersebut, karena dapat berimbas pada hilangnya nilai ekspor sekitar 300-400 juta dolar AS.

PT Sinarmas, salah satu perusahaan yang dituduh dumping, menganggap langkah Jepang itu tak beralasan. “Jepang hanya ingin memproteksi industri kertas mereka. Tuduhan dumping mereka mengarah pada APP (Asia Pulp and Paper). Ada kurang lebih 11 perusahaan Indonesia dikirimi pertanyaan oleh Pemerintah Jepang terkait dengan itu.Tuduhan itu tidak benar,” kata Direktur Sinarmas Pulp and Paper Products Suhendra Wiriadinata, Sabtu.

Suhendra yakin, pihaknya dapat membuktikan bahwa tuduhan dumping itu tidak benar. “Tuduhan itu muncul karena kami mengenakan harga jual di Jepang lebih murah daripada dijual di lokal,” katanya

Ia mengungkapkan, produk yang dijual perusahaannya ke Jepang adalah produk yang tidak dijual di pasar dalam negeri. Dengan demikian jika ada tuduhan perseroan menjual lebih murah di pasar Jepang dibanding pasar Indonesia, menurutnya tidak terlalu tepat karena perbandingannya tidak seimbang dan tidak fair.

“Kami berharap dalam waktu dekat kami sudah akan melengkapi seluruh pertanyaan dari Pemerintah Jepang. Dan selanjutnya prosesnya adalah investigasi dan sebagainya. Kami akan melewati ini semua, seperti halnya tuduhan-tuduhan lain kembali kami tegaskan kami percaya diri, yakin bahwa tuduhan itu tidak benar,” tegas Suhendra.

Menurutnya, ekspor kertas Indonesia ke Jepang di tahun 2011 hampir 400.000 ton. “Mungkin sekitar 80-90% adalah dari APP, sehingga kami sungguh-sungguh mengharapkan dukungan pemerintah dalam hal ini supaya juga ada bantuan dari pemerintah karena kami melihat ini adalah proteksi,” katanya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerima petisi dan kuesioner dari otoritas anti dumping Jepang. Setidaknya ada dua grup perusahaan Indonesia yang dituduh melakukan dumping kertas fotokopi tersebut.(Tri)

Teks : Ilustrasi

Terbaru

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi sekaligus Bupati Sukabumi, Marwan Hamami (kaos hitam) saat memperingati HUT Partai Golkar ke-55. (ist)
Rabu, 23/10/2019 — 14:22 WIB
Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020
Penantang Petahana Menyeruak, Jagoan Golkar Masih Kuat