Monday, 21 October 2019

Dua Kasus Korupsi di Bank Mandiri Dilimpahkan

Selasa, 14 Agustus 2012 — 22:10 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung memastikan berkas dua perkara tersangka perkara korupsi di Bank Mandiri akan segara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, Jakarta. Kedua tersangka tersebut, adalah mantan Direksi PT Arthabhama Texindo, Cornelis A ndri Heryanto dan Hartanto
Setiadi.

“Kita pastikan berkas perkara PT Arthabhama Texindo akan dilimpahkan ke pengadilan, secepatnya,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) Arnold Angkouw kepada wartwan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Selasa.

Menurut Arnold, pihaknya kini tengah menyelesaikan berkas perkara tersebut. Dan sesuai instruksi Pimpinan Kejaksaan, segera dilimpahkan ke pengadilan. “Tolong beri kami waktu. Kami sangat komit untuk menuntaskannya.”

Berkas perkara dua tersangka PT Arthabhama Texindo sempat dipertanyakan, sebab sejak dinyatakan lengkap (P21), 2006 belum dilimpahkan ke pengadilan. Direktur Penyidikan pada Jampidsus saat itu Alm Suwandi.

Padahal dua tersangka utama dari unsur Bank Mandiri sudah ditolak upaya hukum luar biasanya, berupa peninjauan kembali (PK), dua bulan lalu oleh Mahkamah Agung. Mereka tetap dipidana selama lima tahun penjara. Mereka Fachrudin Yasin dan Roy Ahmad Ilham

Perkara ini terait dengan pengucuran kredit oleh Bank Mandiri kepada PT Arthabhama Texindo sebesar Rp51,542 miliar. Namun, ternyata kredit tersebut disalahgunakan tidak sesuai ketentuan dan melanggaran prinsip kehati-hatian perbankan (Prudential Banking).

Selain berkas perkara PT Arthbhama Texindo dan Tri Muustika Texindo, masih ada debitur Bank Mandiri yang mandek di gedung Bundar, yakni berkas perkara PT Lativi Media Karya dengan ketua tim penyidik I Ketut Murtika dan PT Great River International, dengan ketua tim Hasan
Madani.

Padahal, untuk perkara PT Lativi telah ditetapkan tersangka Abdul Latief,  Hasan Sumiana dan Usman Djafar. Sedangkan, PT Great River International adalah Sunyoto Tanujaya yang saat itu tidak bisa dihadirkan dan kuat dugaan telah melarikan diri. (ahi/dms)

  • Datu Heru

    pejabat2 bermental maling susah negara kita ini penuh dg pimpinan yg maunya curi duit negara saja