Tuesday, 12 November 2019

Oleh Pengadilan Tinggi Jakarta

Nunun Nurbaeti Tetap Dihukum 2 Tahun 6 Bulan

Rabu, 22 Agustus 2012 — 16:57 WIB
nununnurbae228

JAKARTA (Pos Kota) – Pengadilan Tinggi Jakarta memperkuat putusan
Pengadilan Tipikor dalam perkara cek pelawat dalam Pemilihan Deputi
Senior Gubernur Bank Indonesia. Nunun Nurbaeti tetap dipidana selama dua tahun enam bulan.

Juru bicara Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta Achmad Sobari menyatakan
diperkuatnya putusan Pengadilan Tipikor Jakarta, yang juga menghukum Nunun dengan denda sebesar Rp150 juta, karena pertimbangan majelis tingkat pertama sudah jelas dan tepat.

“Jadi pertimbangan majelis hakim, yang mengadili terdakwa pada
tingkat pertama (maksudnya Pengadilan Tipikor Jakarta) sudah jelas dan tepat,” kata Jubir PT Jakarta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Upaya banding dilakukan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait dengan rendahnya hukuman kepada isteri mantan Wakil Kepala Polri Komjen Pol Purn Adang Daradjatun, yakni selama dua tahun enam bulan. Padahal, dia sempat buron selama beberapa waktu.

Oleh karenanya pula, dalam memori banding kepada PT Jakarta, KPK meminta agar majelis hakim banding mengenakan denda sebesar Rp1 miliar dan bukan hanya sebesar Rp150 juta.

Perkara cek pelawat ini telah menyeret sejumlah mantan dan anggota DPR. Malah membawa pula mantan Deputi Senior Gubernur BI Miranda S Goeltom ke kursi pesakitan dan kini tengah diadili di Pengadilan Tipikor.

Nunun Nurbaeti sempat beberapa kali gagal diperiksa, karena gagal
ingatan. Sampai akhirnya, KPK bekerjasama dengan otoritas Kehakiman
Thailand berhasil menangkapnya dan membawa pulang ke tanah air. (ahi)

  • http://www.facebook.com/stonetemplep Jefeson Filent

    maling sepeda 11 thn…ini maling kakap cuma 2.5 thn,,,,pengadilan goblok,,,,,