Thursday, 21 November 2019

Di Jakarta Terjadi 774 Kali

Korsleting Listrik Penyebab Kebakaran

Minggu, 2 September 2012 — 5:18 WIB
iluskor

ANGKA kebakaran di DKI Jakarta cukup tinggi. Korsleting akibat pemasangan listrik yang tidak memenuhi standar menjadi penyebab terbesar bencana ini.Tidak hanya itu musim kemarau yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah berlangsung saat ini tentunya juga telah memberikan dampak bagi peningkatan jumlah kebakaran di ibukota. Karena itu, warga Jakarta harus waspada.

Kewaspadaan tersebut beralasan, pasalnya data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPK-PB) DKI Jakarta mencatat sepanjang tahun ini telah terjadi lebih dari 774 kasus kebakaran.
Dari jumlah kasus tersebut sekitar 3.144 KK dan 11.686 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Tercatat seluas 265,812 meter persegi area yang terkena kebakaran. Dengan nilai kerugian Rp172 miliar. Tidak hanya itu, akibat lalapan api 34 orang tewas. Terakhir tiga tewas di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Sedangkan 70 warga lainnya luka-luka.

Dari ratusan kejadian kebakaran, wilayah Jakarta Timur paling sering terjadi dengan jumlah 133 kejadian. Diikuti Jakarta Barat dengan 116 kejadian, Jakarta Utara 104 kejadian, Jakarta Selatan 98 kejadian dan Jakarta Pusat 79 kejadian.

Penyebabnya akibat arus pendek 371 kejadian, diikuti kompor 57 kejadian, akibat rokok 16 kejadian. Sedangkan 86 kejadian lainnya terjadi karena bermacam-macam sebab antara lain akibat membakar sampah.

Jumlah tersebut makin mengerikan jika mengacu data kebakaran dalam sebulan terakhir yang mencapai 139 kasus . Artinya dalam sehari sekitar empat kali si jago merah meluluhlantakkan pemukiman warga.

KESADARAN MINIM

Menurut Kepala DPK-PB DKI Jakarta, Paimin Napitupulu, ‘dahsyatnya’ kasus kebakaran ini menjadi indikasi minimnya kesadaran warga terhadap antisipasi kebakaran terutama soal listrik.

Berkaca pada karakter pemukiman yang banyak terbakar yaitu pemukiman padat penduduk dengan rumah berbahan dasar kayu. “Warga Jakarta saat ini memang harus ekstra waspada. Kebakaran itu mudah terjadi namun juga bisa diantisipasi,” ujar Paimin.

Langkah preventif dan kewaspadaan sangat penting mengingat kebakaran sangat fatal dampaknya. Di musim kemarau ini disertai hembusan angin yang cukup kencang api akan mudah merambat. Jika rumah warga kebanyakan berasal dari material kayu, bisa dibayangkan betapa cepatnya api membesar dan melalap bangunan-bangunan di sekitarnya.

Langkah pencegahan bisa dilakukan di antaranya dengan menggunakan kabel atau peralatan listrik yang berkualitas baik. Jangan menumpuk steker listrik terlalu banyak. Dilarang menyantol litsrik sembarangan karena sangat membahayakan.

Bagi ibu rumah tangga diminta selalu waspada saat memasak. Jangan ditinggal ketika api di kompor masih menyala. Jauhi anak dari korek api dan alat pemantik lainnya. (guruh)