Tuesday, 22 October 2019

Inggris Nyaris Kalah, Tak Masalah Buat Hodgson

Rabu, 12 September 2012 — 13:14 WIB
England's coach Hodgson argues with the referee Cakir of Turkey at the end of his team's match against Ukraine during their 2014 World Cup qualifying soccer match at Wembley stadium in London

LONDON (Pos Kota) – Pelatih Roy Hodgson mengaku tidak ingin mempermasalahkan hasil yang diraih tim ‘Tiga Singa’ Inggris saat menjamu Ukraina dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup H zona Eropa di Stadion Wembley, Rabu (12/9) dinihari WIB. Pada laga itu Inggris nyaris menelan kekalahan jika saja mereka tidak menerima hadiah penalti yang dituntaskan dengan sempurna oleh Frank Lampard di penghujung pertandingan.

Pada laga itu, Inggris tertinggal lebih dulu lewat gol Evgeni Konoplienka pada menit ke-39. Skor 1-0 pun bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Inggris yang berusaha mengejar ketinggalan dengan berusaha mengusai jalannya pertandingan, sebelum akhirnya mereka mendapat hadiah penalti setelah salah seorang pemain belakang Ukraina melakukan handsball di kotak terlarang.

Lampard yang ditunjuk sebagai eksekutor, tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menyamakan kedudukan 1-1. Tidak ingin seri, Inggris tetap agresif hingga menit-menit akhir pertandingan. Namun, hal itu harus dibayar mahal karena Gerrard harus diusir keluar lapangan setelah mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-88. “Secara umum, kami cukup heran hanya mampu mencetak satu gol. Tetapi, saya tetap senang dengan cara kami terus menekan dan mencoba (mencetak gol),” kata Hodgson usai pertandingan, seperti dilansir Sky Sport, Rabu (12/9).

Lebih lanjut, Hodgson tidak ingin mempermaslahakan hasil akhir yang diraih tim asuhannya pada laga itu. Inggris, harus puas berbagi angka dengan Ukraina, meski masih memimpin Grup H dengan empat angka, bersama Montenegro dan Polandia. “Kami terus mencoba untuk bermain dengan cara kami diri dan menciptakan peluang sepanjang pertandingan. Jika kalah di pertandingan itu, jelas merupakan pukulan telak untuk kami. Jadi, kami lebih pantas meraih hasil seri,” aku Hodgson.

Sebaliknya, Ukraina harus puas berada di posisi keempat dengan satu angka disusul San Marino dan Moldova tanpa angka. Baik San Marino dan Moldova sama-sama menelan kekalahan dari lawan-lawan mereka pada haru yang sama. Moldova dipaksa menyerah 0-2 dari tuan rumah Polandia, sementara San Marino digilas tamunya Montenegro dengan kebobolan enam gol tanpa balas.

(junius/sir)