Thursday, 12 December 2019

Sesalkan Tidak Ada Tindakan

Pelajar Tawuran Artis Prihatin

Rabu, 26 September 2012 — 6:16 WIB
ilusartis

JAKARTA (Pos Kota) – Tawuran antara pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 yang menyebabkan siswa, Alawy Yusianto Putra, 15, tewas, mengundang keprihatinan artis seperti Dinda Hauw, Yuki Kato Cut Yanthi.

“Kebetulan, banyak teman aku yang sekolah di SMAN 6,” ujar Dinda , kemarin. “Prihatin banget ya, karena permusuhan yang terjadi antardua sekolah itu (SMAN6 & SMAN 70) sudah berlangsung bertahun-tahun,” sambungnya.

Dara yang baru saja lulus SMA ini, menyayangkan tidak adanya antisipasi serta perubahan sikap dari kedua sekolah untuk menghindarai perkelahian antar pelajarnya.

“Ini kan bukan yang pertama, tapi kenapa tidak ada perubahan? Setiap ada kejadian baru mau tindakan, kalau pas nggak ada apa-apa pembinaan tidak dilakukan,” ucap pemain film Surat Kecil Untuk Tuhan ini.

Dinda berharap, baik orangtua murid, sekolah maupun dari Dinas Pendidikan dapat memberikan pengarahan kepada para siswa. “Harus konsisten masalah pembinaannya, perbanyak ektrakulikuler yang bisa dijadikan wadah berkegiatan para siswa. Siswanya juga harus bisa menjalin hubungan positif dengan pelajar lainnya, misalnya bikin kegiatan positif bersama,” tandasnya.

KORBAN TAWURAN

Senada dengan Dinda, Yuki Kato pun menyatakan keprihatinannya. Pelajar kelas 3, SMA Bakti Mulya 400, Jakarta ini miris banyaknya pelajar yang tidak bersalah menjadi korban tawuran.

“Yang nggak pernah ikut tawuran, malah jadi korban. Kenapa nggak ada yang berpikir kalau tawuran itu buang-buang waktu dan tenaga?” Ujar Yuki geram.

Sebagai seorang pelajar, pemain sinetron Gol-Gol Fatimah ini memberikan sedikit tips agar tawuran dapat dihindari. “Pertama sebisa mungkin jauhi masalah, nggak usah meributkan hal-hal kecil. Kita harus bisa menerapkan cara berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah, bukan pakai fisik,” ucap peraih penghargaan Aktris Utama Ngetop SCTV Award 2011itu. “Kalau memang sudah ada yang mengganggu, lebih baik lapor ke pihak sekolah ataupun pihak berwajib,” tandasnya.

ALUMNI SMAN 70

Sementara itu penyanyi dan bintang sinetron era 80-an, Cut Yanthi mengatakan bahwa tawuran pelajar antara SMAN 6 dan 70, seharusnya bisa diantisipasi. Apalagi, menurutnya, sudah memakan korban baik kerusakan gedung sekolah maupun korban jiwa.

“Saat anak saya masih di SMAN 6 sering dibikin was-was. Apalagi jika waktunya mereka pulang sekolah. Jadi setiap hari saya harus komunikasi lewat telepon dengan anak,” aku Cut Yanthi, alumni SMAN 70 tersebut.

Dia berbendapat harus ada langkah tegas dari pihak sekolah. Maksudnya, siswa yang terlibat tawuran harus dikeluarkan dari sekolah. “Pokoknya nggak boleh ditolerir lagi. Meski siswa tersebut merupakan anak pejabat,” tutur Cut Yanthi yang putrinya, Tyas, lulus dari SMAN 6 pada 2010 lalu. (santosa/embun)

Terbaru

Puan Maharani (rizal).
Kamis, 12/12/2019 — 8:16 WIB
Ketua DPR
Lahirnya PP PPMSE Resahkan Bagi yang Baru Mulai Bisnis Online
Kamis, 12/12/2019 — 8:05 WIB
Jangan Sampai Pudar
Kamis, 12/12/2019 — 7:56 WIB
Evaluasi TGUPP!
Rose Rini, pengajar di sekolah Marie Joseph. (deny)
Kamis, 12/12/2019 — 7:45 WIB
Mendikbud Nadiem Hapus UN, Begini Respons Guru