Sunday, 15 December 2019

15 Ribu Orang Geruduk

Buruh Sukabumi Minta UMK Rp 1,2 Juta/Bulan

Rabu, 10 Oktober 2012 — 20:51 WIB
10/10/2012 10:15

SUKABUMI (Pos Kota) – Sedikitnya 15 ribu buruh se-Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat turun ke jalan. Mereka menuntut Bupati Sukabumi, Sukmawijaya menetapkan upah minimum kabupaten (UMK) 2013 sebesar Rp 1,2 juta. Mereka memusatkan aksinya di jalan Lingkar Selatan (Lingsel), Kota Sukabumi, Rabu (10/10).

Demonstran tumpah ruah ke Jalan Lingsel dengan menggunakan ribuan sepeda motor, bus, truk, dan kendaraan pribadi sejak pagi hari. Sambil membawa berbagai spanduk dan poster berisikan tuntutan agar UMK naik dari Rp 885 ribu per bulan menjadi Rp 1,2 juta per bulan.

Ketua Serikat Pekerja (SP) Tekstil, Sandang dan Kulit (TSK), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sukabumi, Moch Popon menjelaskan aksi ini untuk mendesak bupati segera merekomendasikan UMK 2013 minimal Rp 1,2 juta. Desakan angka UMK ini didasarkan perhitungan yang dilakukan buruh termasuk dengan menggelar survei kebutuhan hidup layak (KHL).

“Saat nilai UMK Kabupaten Sukabumi masih jauh dari ideal. Oleh karenanya, para buruh bergerak agar UMK naik dan dapat sesuai dengan nilai KHL,” tuturnya.

Menurut Popon, rekomendasi Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) terkait besaran KHL yang hanya Rp 1.035.000 sangat mengecewakan buruh. Nilai ini jauh dari survei KHL yang digelar SP TSK SPSI Sukabumi sebesar Rp Rp 1.345.303.

Koordinator Aksi, Dony Sudarsono menambahkan, para buruh juga menuntut dihapuskannya sistem kerja outsourcing. Selain itu, buruh mendesak agar pemerintah mengawasi pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) di perusahaan-perusahaan.

Para demonstran bubar setelah Bupati Sukabumi, Sukmawijaya datang ke lokasi unjukrasa. Sukma mendukung usulan buruh agar menaikkan UMK menjadi Rp 1,2 juta. Dukungan ini dituangkan dalam surat pernyataan yang langsung ditandatangani bupati di depan ribuan massa buruh. (sule)

Teks :Ribuan buruh mendesak UMK 2013 sebesar Rp1,2 juta di Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi, Rabu (10/10).