Monday, 16 December 2019

Jambore Film Pendek Digelar di Cibubur

Kamis, 11 Oktober 2012 — 20:26 WIB
FILMPENDEK1110

JAKARTA (Pos Kota) – Komunitas film pendek cukup membludak di berbagai kota di santero negeri ini. Kini ribuan judul film pendek yang pernah diproduksi oleh berbagai komunitas, namun sangat sedikit yang diangkat kepermukaan. Hal bisa terjadi lantaran sineas indie tidak mendapat panggung dalam kancah perfilman nasional.

Itulah alasan mengapa Kemendikbud melalui Direktorat Pengembangan Kesenian dan Perfilman menggelar Jambore Film Pendek (JFP) 2012. Acara yang ditujukan untuk memberi dukungan dan ruang bagi sineas untuk bertemu, berdiskusi, dan berbagi informasi secara teknis tentang bagaimana membuat film berkualitas ini, dilakukan dalam rangka mengembangkan film pendek yang memiliki nilai positif dalam pembangunan karakter bangsa.

Secara tegas Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan bahwa komunitas film pendek yang dikerjakan secara indie merupakan penyokong perfiman nasional ke depannya.

“Mengapa film pendek? Karena film pendek memiliki posisi yang strategis dalam mengekspresikan kreativitas sineas muda. Kedua, perannya efektif dalam pendidikan karakter. Itulah mengapa film pendek diprioritaskan dalam kebudayaan,” Wiendu Nuryanti di kantor Kemendikbud, Kamis (11/10).

Dengan adanya JFP 2012 merupakan bukti tanggung-jawab Kemendikbud secara untuk menggairahkan perfilman nasional denga sentuhan karakter.

JFP ini rencananya dilangsungkan di Bumi Perkemahan Cibubur, mulai tanggal 21 – 27 November 2012. Kegiatan yang dilakukan dalam JFP meliputi, pemutaran film pendek, pelatihan, diskusi dan talkshow. Acara ini menampilkan tokoh-tokoh perfilman Indonesia seperti, Dedi Mizwar, Slamet Rahardjo, Aria Kusumadewa, Ravi Barwani, Zairin Zain, dan sineas lainnya.

Puncak JFP 2012 adalah pengumuman pemenang untuk Poster Film Terbaik, Cerita Film Terbaik, dan Film Terbaik. Para pemenang nanti langsung akan mendapat kesempatan memperoleh fasilitas produksi film pendek. “Jambore ini selain sebagai ajang saling berbagi dan mengkritisi, juga untuk memfasilitasi agar ide-ide brilian bisa diangkat. Jangan sampai terkendala biaya,” katanya.

Bintang film Leoni, yang turut hadir memberikan keterangan pers juga mengatakan, workshop yang menjadi rangkaian JFP ini akan memberi pencerahan dan membangkitkan spirit sineas muda. Karena pembuatan film yang terkesan mahal, ternyata bisa dilakukan dengan modal seminim mungkin.

“Di jambore ini akan dijelaskan bahwa mereka bisa membuat film tanpa harus lighting yang mahal atau sewa alat yang mahal. Jadi workshop ini adalah untuk membagi spirit,” katanya.(rizal)

Teks : Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti bersama artis pendukung JFP 2012