Thursday, 21 November 2019

Kemendikbud Beri Dukungan Kepada Pembuat Film Pendek

Jumat, 19 Oktober 2012 — 14:45 WIB
Young Director-n

JAKARTA (Pos Kota) –  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  memberikan  sineas muda untuk kembali berkarya dalam program Pendukungan Pembinaan dan Pengembangan Film Pendek di Dalam dan Luar Negeri 2012.

Hal itu disambut baik oleh insan seni film tanah air terlebih setelah Jakarta Internastional Indonesia Festival (JiFFest) mati suri selama 2011 lalu.

Program yang diluncurkan Kemendikbud tersebut menurut Vivian Idris, produser film, merupakan terobosan luar biasa.

“Kami sebagai insan perfilman Indonesia pasti langsung mengambil kesempatan baik ini. Sejak tidak adanya Jiffest 2011, Indonesia adalah satu-satunya negara yang tidak memiliki festival film internasional,” kata Vivian kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Vivian melanjutkan ia yakin program ini akan berjalan sukses sebab ia mempekirakan saat ini ada 1000 film pendek yang dibuat oleh anak muda.

Dengan membuat film pendek merupakan pintu masuk untuk membuat film panjang.

Hanung Bramanyto, Vibian Idris, Sulistyo Tirtokusumo (rizal)

“Film pendek ini bisa menjadi alat pendidikan, karena menjadi pintu masuk untuk pembuatan film panjang,” katanya.

Sementara Sutradara Hanung Bramantyo menyebut film pendek sangat banyak manfaatnya. terutaman berperan penting dalam menghasilkan sebuah karya film.

“Film pendek itu bisa dijadikan sarana untuk eksistensi diri dalam menghasilkan karya film. Dan film pendek ini bisa dilakukan siapa saja dengan alat yang seminim mungkin, misalnya dengan HP sudah bisa membuat film pendek,” kata Hanung.

Senada dengan itu Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kemendikbud, Sulistyo Tirtokusumo mengatakan program ini dilatarbelakangai karena film pendek sekarang ini bisa dilakukan oleh siapa saja sehingga memunculkan banyak komunitas film pendek.

“Kami mendukung komunitas film pendek itu dengan pembinaan dan dukungan dana. Kami memberikan insentif untuk lebih mengembangkan perfilman Indonesia dengan menganggarkan 250 juta masing-masing kepada 16 pembuat film pendek” kata Sulistyo.

Program Pendukungan Pembinaan dan Pengembangan Film Pendek di Dalam dan Luar Negeri akan memberikan dukungan pengiriman film ke festival dan pasar film internasional sebanyak Rp1 juta kepada 200 pengirim film tersebut.

Sulityo yakin dukungan tersebut nantinya akan memberikan kebebasan berkreatifitas kepada sineas muda untuk berkarya.

“Kami tidak akan membelenggu kreatifitas dalam membuat film pendek sebab film pendek yang dibuat berdasarkan kreatifitas dengan sendirinya akan bertanggungjawab terhadap karya filmnya,” kata Sulistyo.

Kegiatan pengembangan film pendek ini akan berlangsung selama November hingga Desember 2012.

Terdiri dari Program DUkungan Partisipasi Internasional, Program Apresiasi Insan Film Pendek Indonesia, Program Dukungan Pengiriman Film Pendek ke Festival Film Internasional.

Organisasi, komunitas dan insan film pendek Indonesia dapat mengajukan proposal untuk mendapatkan dukungan yang akan diseleksi oleh Komite Seleksi yang beranggotan antara lain Hanung Bramantyo (sutradara), Ifa Isfansyah (sutradara), Vivian Idris (produser), Ladya Cheryl (aktris), Tito Imanda (akademisi), Lalu Roisamsri (pengamat festival) dan Zakiah (komunitas film). –rizal/dms.