Saturday, 19 October 2019

Galaunya UKM Perbengkelan

Senin, 22 Oktober 2012 — 17:29 WIB
bengkel-ukm

TEKNOLOGI di sektor industri otomotif terus berkembang pesat. Bahkan saat ini mulai  bergulir mobil berteknologi hybrid. Di sisi lain, banyak bengkel kendaraan yang galau karena belum mempunyai peralatan canggih dan sarana yang memadai.

Bagaimana nasib usaha kecil menengah perbengkelan ke depan. Akankah mereka terkapar atau usahanya terus berlanjut?. Deputi Menteri Koperasi dan UKM bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Neddy Rafinaldy Halim, memahami kondisi ini     “Kami akan memfasilitasi dengan mendekatkan UKM perbengkelan ini dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM) kendaraan bermotor. Misalnya dengan Astra Internasional,” terangnya, kemarin.

Dengan alih teknologi dari ATPM ditambah pengalaman selama ini, mereka bisa mengerjakan gangguan mobil baru yang menggunakan sistem elektronik.

Meski tidak memiliki peralatan canggih dan sarana yang memadai, mereka tahu gangguan di mobil tersebut. Yang penting ada alih teknologi yang berkelanjutan. Karena itu dari sekarang siswa SMK diperkenalkan beragam teknologi.

Saat ini yang harus dicermati adalah munculnya UKM perbengkelan pemula. Ke depan bukan tidak mungkin siswa jebolan SMK yang sudah memiliki keterampilan  teknologi di sektor otomotif akan membuka usaha baru dengan cara berkelompok.

Kemunculan mereka tersebut perlu mendapat perhatian. Ketika membuka usaha barunya, Neddy memastikan mereka membutuhkan permodalan untuk membeli peralatan yang diperlukan.
Untuk itu mereka membutuhkan uluran tangan, bagaimana bisa mendapat kredit atau pinjaman.  “Kami perlu memfasilitasi mereka agar bisa mendapatkan kredit modal kerja dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya,” kata Neddy. (budi setiawan)