Sunday, 15 December 2019

Meningkat, KDRT di Tangerang Selatan

Senin, 29 Oktober 2012 — 23:04 WIB
KDRT

PAMULANG (Pos Kota) – Jumlah tindak kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) yang disebabkan factor ekonomi ternyata paling tinggi dibandingkan kasus tindak kekerasan lain yang dilaporkan dalam Badan Pemberdayaan Masayrakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana di Kota Tanggerang Selatan (Tangsel).

“Masalah ekonomi menjadi faktor utama yang kemudian menimbulkan kekerasan fisik dan psikologis,” kata Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Tangsel, Yantie Sari, Senin (29/10).

Data yang sampai ke BPMPPKB Tangsel hingga bulan Oktober 2012 tercatat sekitar 87 kasus KDRT dan jumlah itu ternyata meningkat sekitar 40 kasus. Mengantisipasi ini terpaksa jajaran Pemkot Tangsel melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Menurut dia, kegiatan ini untuk mengurangi rasa takut dan khawatir jika masalah KDKRT tak ditangani serius pemerintah jika dilaporkan dari masyarakat.  “Kami tentunya tetap terbuka terhadap berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah KDKRT,” tuturnya.

Sementara itu, Aiptu R Isti, satu petugas di Polresta Tangerang yang menangani KDRT menuturkan, masalah KDRT dapat diselesaikan dengan pendekatan komunikasi.

Sebab, banyak korban KDRT merasa malu dan takut untuk mengungkapkan peristiwa yang menimpanya sehingga petugas pun kesulitan. “Bila anak yang menjadi korban, biasanya dia takut kepada orang tuanya dan mendiamkan perlakuan yang diterimanya,” katanya. (anton/dms)

Terbaru

Anggota Komisi I  DPR RI, Sukamta. (rizal)
Minggu, 15/12/2019 — 19:17 WIB
UU Kewarganegaraan Ancam Imigram Muslim
PKS Desak Pemerintah Panggil Kedubes India
CEO Sahara Farah menerima piagam penghargaan dari Muri atas pemecahan rekor Gebyar 10.000 Warung. (ist)
Minggu, 15/12/2019 — 18:55 WIB
Gelar GEBYAR 10.000 WARUNG, SAHARA Ukir Rekor MURI
Kabel utilitas di Pondok Ungu semrawut. (chotim)
Minggu, 15/12/2019 — 18:03 WIB
Kabel Utilitas di Pondok Ungu Semrawut