Saturday, 14 December 2019

Marak di Jakarta Utara

Kucing Liar Bikin Warga Was-was

Kamis, 8 November 2012 — 6:29 WIB
iluskucing

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Masyarakat meminta Sudin Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Pemkot Jakarta Utara merazia kucing liar. Pasalnya, saat ini keberadaa hewan itu mengggung aktivitas warga. Selain itu, mereka juga khawatir binatang itu menyebarkan virus rabies.

Sutarno, warga Pademangan Barat,mengakui saat ini wilayahnya marak kucing liar. Meski begitu dirinya juga berharap kepada Pemkot Jakarta Utara segera melakukan operasi kucing liar.

“Kami khawatir saja, jika ini tetap dibiarkan akan menyebarkan virus rebies, untuk itu warga minta secepatnya segera dilakukan razia binatang liar tersebut. Kucing liar itu dapat kita temui ditemui di setiap gang, perumahan, selokan, maupun rumah makan, bahkan di lokasi wisata Ancol Taman Impian juga banyak berkeliaran kucing liar tersebut,”terangnya.

Diakui Sutarno maraknya kucing liar itu juga membuat resah warga terutama pemilik rumah makan. Sebab, keberadaan kucing liar itu tak segan-segan mengganggu kenyamanan konsumen yang menikmati hidangan makanan. “Jika kita makan di warung sangat risih, saking banyaknya kucing liar berkeliaran,”jelasnya.

Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan, Perikanan dan Kelautan (P2K) Jakarta Utara, Muhammad Nasir, mengakui maraknya kucing liar di wilayah Jakarta Utara. Maka dari itu pihaknya secara rutin melakukan melakukan razia terhadap keberadaan kucing liar.

“Razia terhadap keberadaan kucing liar terus kami lakukan, terbukti selama periode Januari hingga Oktober 2012, sebanyak 424 ekor kucing liar terjaring. Selain itu, petugas juga menangkap 22 ekor anjing liar dan 2 ekor kera yang diliarkan,”Jelas Muhammad Nasir.

Diakui oleh Natsir, maraknya kucing liar itu karena setahun bisa melahirkan hingga 3 kali, rata-rata setiap beranak 4 hingga 6 ekor . Untuk menekan angka kucing liar tersebut, ratusan kucing liar yang ditangkap langsung dibawa ke Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI) di Ragunan Jakarta Selatan untuk dikebiri.

Terkait n maraknya kucing liar di kawasan wisata Ancol kata Nasir dia juga mengakuinya. “Ia memang selain, pemukiman penduduk dan kawasan Pelabuhan Muara Angke dan Muara Baru juga banyak kucing liar. Ini dikarenakan kawasan itu banyak ikan. Bahkan sejumlah rumah bahkan di kawasan wisata Ancol juga marak. Maka dari itu saking banyaknya kucing liar, pihak Ancol sempat mengirim menyurati ke kami untuk ditindak lanjuti,” kata Natsir. (wandi)

  • Kenshi78

    Bawa aja ke gedung DPR,disana banyak tikus2 liar!

    • foke

      hahaha betul sekali komen anda bung…

  • Sibondut Labang

    Bukan si Kucing ataupun si Anjing yg salah ? Tetapi Pemerintah tdk ada yg memperhatikan Alami .Si Kucing (Anjing) harus di Kebiri ! Dan si Anjing harus kena Pajak Tahunan !

  • Sibondut Labang

    Bukan si Kucing ataupun si Anjing yg salah ? Tetapi Pemerintah tdk ada yg memperhatikan Alami .Si Kucing (Anjing) harus di Kebiri ! Dan si Anjing harus kena Pajak Tahunan !