Monday, 16 December 2019

Pledoi Tak Siap, Sidang Enam Warga Iran Ditunda

Rabu, 28 November 2012 — 19:38 WIB
WN Iran Disidang-n

SUKABUMI (Pos Kota) – Agenda pembacaan pembelaan enam warga Iran yang terlibat kasus penyelundupan sabu-sabu di Ujunggenteng seberat 60 kilogram di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/11), kembali ditunda.

Penyebabnya, penerjemah dan penasihat hukum terdakwa tidak bisa hadir dalam agenda sidang pledoi tersebut.

Molornya sidang yang diketuai Majelis Hakim, Muhammad Ramdes ini buka kali pertama. Dalam agenda sidang tuntutanpun sudah enam kali terpaksa ditunda.

Alasannya, empat kali karena tuntutannya belum siap, dua lagi karena penerjemah dan kuasa hukum terdakwa tidak bisa hadir.

Keenam warga Iran itu adalah keenam terdakwa ini antara lain Abdul Rahman, 48; Hossein Salari Rasyid, 38; Ali Din Mohammad, 41; Nima Moradian Pour, 39; Masoud Arefi, 26; dan Ali Aslanichaghiverti, 38. Mereka dituntut masing-masing 20 tahun penjara dan denda uang sebesar Rp10 miliar.

Dalam tuntutannya, mereka dinilai telah melanggar pasal 114 ayat 2 dan junto pasal 132 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Malah, terdakwa Abdul Rahman, dikenakan pasal berlapis yaitu dengan Pasal 119 ayat 1 Undang-undang Nomor 6/2011 tentang keimigrasian.

TOLERANSI

Dalam sidang yang dihadiri dua JPU, Bobon Robiana dan Rio R Situmeang ini Ketua Majelis Hakim, M Ramdes menjelaskan sidang tahap pledoi terpaksa ditunda karena tidak hadirnya kuasa hukum terdakwa.

“Sidang kali ini ditunda. Dan akan digelar lagi pada Jumat (30/11). Kita minta kepada JPU agar bisa menghadirkan penerjemah dan kepada para terdakwa agar didampingi oleh kuasa hukumnya dalam sidang pembacaan pledoi nanti,” pinta Ramdes yang disanggupi kedua JPU dan para terdakwa.

Ditegaskan Ramdes, dalam sidang yang akan digelar Jumat besok tidak akan memberikan waktu lagi. Pasalnya, sejauh ini pengadilan sudah memberikan toleransi waktu kepada kuasa hukum untuk memberikan pembelaannya.

“Pada sidang nanti, setelah pledoi kami akan mempertimbangkannya dan langsung membacakan vonis,” tegasnya.

BELUM DISUSUN

Sementara itu, perwakilan kuasa hukum terdakwa, Ecy Tuasikal menjelaskan kuasa hukum berhalangan hadir karena pledoinya belum selesai disusun. Untuk sidang nanti, Ecy memastikan semua pledoi akan siap dibacakan.

“Sekarang karena belum siap. Jumat besok kami sudah siap. Tapi kami minta agar setelah pembelaan dipertimbangkan terlebih dahulu oleh majelis hakim. Tuntutan ke klien kami sangat berat karena tidak sesuai dengan fakta persidangan. Malah, barang buktinya pun tidak ada,” tegasnya. (sule/dms)