Thursday, 17 October 2019

Arah, Tujuan Pembangunan

Kamis, 29 November 2012 — 10:51 WIB

PEMBANGUNAN tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa rencana, tanpa kerangka dasar dan tanpa pembiayaan pembangunan, akan terjerumus pada jurang kemiskinan gap sosial. ltulah sebabnya tujuan pembangunan tidak lain sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah untuk meningkatkan taraf hidup kesejahteraan seluruh rakyat yang makin merata dan adil. Oleh karena itu di sebuah negara di belahan manapun di dunia, menandaskan dirinya, pada pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang terintegrasi dan menuju pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Untuk itu harus diusahakan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi serta yang terpenting adalah stabilitas nasional yang sehat, dinamis dan tidak semu. Oleh karena itu pelaksanaan pembangunan harus menjamin pendapatan yang merata bagi seluruh rakyat sesuai dengan rasa keadilan dalam rangka mewujudkan asas keadilan sosial. Oleh karena itu pembangunan khusus di bidang ekonomi harus mampu menjawab persoalan-persoalan yang ada di dalam masyarakat. Misalnya, kestabilan harga-harga dapat tercapai apabila terdapat suatu keseimbangan yang wajar antara permintaan dan penawaran (demand and supply). Dan stabilitas ekonomi harus memenuhi sembilan bahan pokok yang cukup dan tersebar merata dan harga yang stabil serta tetap terjangkau oleh rakyat banyak.

Tidak seperti sekarang, terjadi gap antara yang kaya dan miskin. lni menimbulkan kecemburuan sosial dan suatu saat akan memunculkan ”bom waktu” yang meletus, yaitu kerusuhan sosial. Oleh karena itu pembangunan ekonomi adalah tugas yang paling besar dewasa ini. Demi suksesnya pembangunan diperlukan stabilitas ekonomi dan politik yang semakin mantap. Tetapi kenyataannya belum terjadinya stabilitas politik dan keamanan, sehingga terjadi hal-hal yang rawan dimana menimbulkan keberingasan sosial. Demikian juga dibidang sosial budaya dan hukum.

Untuk itu diperlukan stabilitas nasional dalam pengertian yang hakiki, adalah stabilitas masyarakat yang dinamis dan tetap memberikan ruang gerak bagi perubahan. Namun perubahan yang dilaksanakan dalam suasana yang tertib dan teratur berdasarkan hukum yang berlaku. Stabilitas nasional yang diinginkan rakyat adalah bukan stabilitas yang ”kaku” dan ”semu” serta ”beku”. Untuk itu perlu dipikirkan bersama, bagaimana mencapai sasaran secara tepat.

Pemerintahan SBY tinggal dua tahun lagi, tetapi praktis tinggal satu tahun. Untuk itu diperlukan pemahaman terhadap sektor-sektor penting dalam pembangunan. Dari sektor pertanian, industri, pertambangan, transportasi, sektor pembangunan daerah dan kota, agama, pendidikan dan pengetahuan, kesehatan, hukum, penerangan, komunikasi dan lain-lain sektor.
Ada beberapa sektor yang harus diperhatikan, termasuk anggaran pembangunan negara dengan kebijaksanaan pembangunan yang sehat, tanpa korupsi dan perampokan uang negara. Semoga hal ini dicamkan oleh para eksekutif, legislatif dan yudikatif guna memberi warna kepada perwujudan hasil-hasil pembangunan yang diharapkan oleh rakyat. *