Thursday, 12 December 2019

Dibunuh Ibu Kandungnya

Bayi Kalia Diduga Untuk Tumbal

Selasa, 4 Desember 2012 — 23:32 WIB
ilusbayi

PANDEGLANG (Pos Kota) – Warga Kampung Parigi, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cipeucang, Pandeglang mengaku tak percaya jika pelaku penculikan dan pembunuhan bayi Kalia Astuti adalah Eni Suhaeni, 32, ibu kandungnya sendiri. Warga tak percaya karena Eni tidak menunjukan tanda-tanda mencurigakan bahkan tidak pernah membicarakan persoalan keluarganya.

“Sikapnya sih biasa saja, hanya saja dia (Eni, red) pernah mengeluh terlalu repot dan sering sakit karena mengurusi anak sendirian,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, semula warga malah mencurigai bayi berusia 1,5 bulan hilang diculik untuk dijadikan tumbal ilmu hitam. Kecurigaan warga itu muncul disaat bayi anak pasangan Eni dan Kusnaedi ini ditemukan sudah menjadi mayat di Sungai Cilemer, sekitar 1 kilometer tepatnya di Desa Curug Barang, Cipeucang, Rabu (28/12).

“Waktu pelakunya belum diketahui, warga mengira Kaila dijadikan tumbal seseorang yang menjalani ilmu hitam. Tapi kenyataannya malah dibunuh ibu kandungnya,” ungkapnya lagi.

Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang masih masih memeriksa intensif Eni Suhaeni, tersangka yang tega melemparkan anak kandungnya yang berusia 1,5 bulan ke Sungai Cilemer. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada keterlibatan orang lain yang ikut membantu dalam aksi keji tersebut.

“Sejauh ini tersangka mengakui perbuatan itu dilakukan sendiri. Namun kita terus memeriksanya untuk mengetahui kemungkinan ada faktor atau pelaku lain dibalik peristiwa ini,” jelas Kanit PPA Polres Pandeglang, Bripka Choirul Uman, kemarin.

Dikatakannya, keterangan yang diberikan tersangka masih butuh pendalaman serta penyelidikan lebih lanjut. Bahkan, pihaknya berencana memeriksa kejiwaan tersangka. “Untuk mengetahui kondisi kejiwaan, dalam waktu dekat kita akan datangkan psikiater,” tambahnya.

Lebihlanjut dikatakan, tersangka dijerat pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, atau pasal 338 atau 342 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara. (haryono)

Teks : Tersangka Eni diperiksa polisi