Monday, 16 December 2019

Mantan Bupati Dituntut 12 Tahun Penjara

Kamis, 10 Januari 2013 — 14:31 WIB
buol

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Bupati Buol, Amran Batalipu, dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantarasan Korupsi (KPK), Kamis (10/1/2013). Dirinya dianggap bersalah dalam kasus penerimaan suap hak guna usaha perkebunan kelapa sawit milik Hartati Murdaya.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eva Dwi Sulistya, Amran telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan melanggar pasal 12 huruf a UU Tipikor junto pasal 20 UU Tipikor junto pasal 64 KUH Pidana.

“Terdakwa terbukti sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 12 huruf a UU Tipikor junto pasal 20 UU Tipikor junto pasal 64 KUH Pidana, kedua menjatuhkan pidana kepada Amran Batalipu berupa pidana penjara selama 12 tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujar jaksa Eva, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Selain itu, Eva menambahkan, Amran juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp3 miliar dengan catatan harta bendanya akan disita apabila tidak memunuhi uang pengganti tersebut dan akan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

(yulian/sir)

Teks Gbr- Mantan Bupati Buol, Amran Batalipu, dalam sidang kasus penerimaan suap hak guna usaha perkebunan kelapa sawit milik Hartati Murdaya, di PN Tipikor, Jakarta, Kamis (10/1). (yulian)