Tuesday, 12 November 2019

Gelombang Tinggi Nelayan Dilarang Melaut

Minggu, 13 Januari 2013 — 22:21 WIB
ilusgelombang

LAMPUNG (Pos Kota) – Tingginya gelombang laut dikarenakan adanya daerah konvergensi ( daerah pertemuan angin) yang terjadi di sepanjang perairan Barat Sumatera, membuat Kapospol Air TPI Lempasing, Bripka. Joko mengimbau nelayan yang menggunakan perahu motor kecil tidak terlau jauh mencari tangkapan ikan.

Bripka. Joko mengatakan, cuaca buruk yang terjadi sejak 7 Januari 2013, yang mengakibatkan tingginya gelombang laut dan angin kencang, menurut catatan Badan Metreologi Kalimatologi Geofisika (BMKG) Maritim Lampung, itu disebabkan oleh badai tropis narelle di Samudera Hindia Barat Laut Austtralia dan Deresi Tropis pada posisi di laut Philipina sebelah Utara Morotai.

“Oleh sebab itu, nelayan khususnya yang menggunakan perahu dan bermesin kecil agar tidak mencari tangkapan ikan terlalu jauh. Ini dimaksudkan sebagai antisipasi adanya kecelakaan laut, akibat cuaca buruk. Saya meminta jangan memaksakan diri, demi keselamatan,”ujar Joko.

“Mengenai batas waktunya dari keterangan BMKG, laut diperkirakan akan mulai kembali normal 16 Januarin 2013 kecuali wilayah perairan Selat Sunda bagian selatan, mulai membaik 18 Januari 2013 ,”ungkap Joko.

Namun meski cuaca tidak bersahabat, nelayan tetap melaut. Untuk menghindari gelombang tinggi , mereka mencari  perairan yang teduh  dan melakukan penangkapan sekitar 1 mil dari bibir pantai.

Dodo ,30, salah seorang nelayang mengatakan, biar angin kencang tetap melaut karena cuma ini satu-satunya tempat cari makan. ” Biasanya sehari bisa jual ikan samapai Rp. 50 ribu sekarang paling-paling bisa jual ikan Rp. 10 ribu,” ujar Dodo (Koesma)