Monday, 21 October 2019

Aksi Mesum di Rumah Kos-Kosan

Sabtu, 19 Januari 2013 — 10:03 WIB
19-dia

WAKTU ada suami saja sudah hobi selingkuh, apa lagi setelah menjanda, Kasmurni, 35, semakin rajin menjalin cinta terlarang dengan Samsu, 40, PIL yang bikin dia bercerai dengan suaminya. Di rumah kos-kosannya dia semakin bebas menggelar aksi mesumnya, sampai kemudian digerebek warga Gayaman, Mojokerto (Jatim).

Perceraian adalah tindakan halal yang sangat dibenci Tuhan. Tapi jika itu terjadi, mestinya yang menjadi korban harus belajar dari pengalaman. Kenapa perceraian itu terjadi. Dari dirinya sendirikah masalah itu, atau dari pihak suami dulu. Dari peristiwa itu kemudian berbuat menjadi lebih hati-hati, sehingga ibarat si buta jangan kehilangan tongkat sampai dua kali.

Rupanya Ny. Kasmurni tak mau belajar dari pengalaman. Justru setelah menjadi janda, dia merasa bebas melakukan apa saja, tak pernah ada pengendali dari suami. Maka bila sebelumnya perselingkuhan itu hanya insidentil, setelah menjanda menjadi kebutuhan pokok, sehingga ibarat sebuah proyek dananya perlu dianggarkan. Tentu saja ini enak bagi Kasmurni, tapi enek bagi warga.

Pekerjaan Kasmurni sebagai tenaga pemasaran dealer sepeda motor. Karena pekerjaannya dia sering keluar kantor untuk mencari konsumen atau pembeli sepeda motor yang ditawarkan perusahaannya. Dari sinilah dia mulai kenal dengan Bowo, 37, calon pembeli sepeda motor tersebut. Selain Kasmurni sendiri cukup cantik, dia memang mampu meyakinkan orang, sehingga mudah merogoh koceknya untuk beli kuda Jepang.

Sesungguhnya Bowo tak sekedar tertarik pada sepeda motornya, tapi juga tertarik pada tenaga salesnya. Sudah wajahnya ayu, bodinya juga sangat sekel nan cemekel. Maka  pikiran kotor pun mulai meruyak dalam otaknya. “Kalau bisa, jangan hanya mengendarai motornya, tapi “mengendarai”juga tenaga pemasarannya,” begitu setan mulai mempengaruhi pikiran dan jiwanya.

Sejak itu Bowo berusaha mendekati Kasmurni. Celakanya, meski perempuan itu sudah punya keluarga dan anak, dia tak surut berekspansi. Kebetulan sekali Kasmurni juga sangat memahami aspirasi urusan bawah Bowo. Maka di sebuah hotel, Kasmurni – Bowo pun berkoalisi, yang kemudian disusul dengan eksekusi.

Entah berapa kali keduanya berbuat mesum, lama-lama suami Kasmurni tahu. Sebagai solusinya, mereka pun pecah kongsi. Di Pengadilan Agama, jika motif perceraaian itu akibat selingkuh, mudah diproses dan takkan dibuat bertele-tele. Maka talak satupun dijatuhkan, dengan maksud jika nanti mau rujuk kembali prosedurnya tidak begitu rumit.

Mestinya setelah perkawinan gagal, Kasmurni menjaga perilakunya menjadi hati-hati. Ee, justru sebaliknya. Di rumah kos tempatnya tinggal sekarang di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, dia malah semakin bebas memasukkan Bowo ke dalam kamarnya. Padahal pria ini yang memprorak-porandakan keluarganya. “Sudah kepalang basah, terjun saja sekalian”begitu tekad Kasmurni, yang tentu saja enak bagi dia tapi bikin enek warga.

Sering mondar-mandirnya Bowo ke sini, menjadikan warga curiga, apa lagi apa bila sicowok sudah masuk, tentu Kasmurni mengunci kamar rapat-rapat. Tentu saja warga jadi menduga-duga, tentu di dalam keduanya sedang menikmati aset yang bersumber dari pos tidak hahal.

Lama-lama habis kesabaran warga. Beberapa hari lalu kamar kos itu digerebek. Bowo yang sedang ketanggungan digebuki, baru kemudian bersama Kasmurni diarak menuju Polsek Mojoayam. Kadirun, 40, bekas suami dipanggil, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Yang jelas, perceraian itu terjadi juga karena Kasmurni ada main dengan Bowo.

Main kertu apa main remi? (JPNN/Gunarso TS)