Thursday, 05 December 2019

Lelaki Bejat Perkosa , Anak Kandung, Anak Tiri dan Keponakan

Selasa, 22 Januari 2013 — 18:00 WIB
Foto- Ilustrasi

Foto- Ilustrasi

BOGOR (Pos Kota) – Seorang bapak di Bogor berurusan dengan polisi, karena mencabuli anak kandung, anak tiri dan keponakan. Perbuatan IS 42, terbongkar, setelah Rah, adiknya melapor ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

Rah mengaku anaknya yang juga ponakan pelaku, dicabuli tersangka. Polisi cepat bergerak akhirnya menangkap pelaku seminggu lalu.

Korban mengaku disetubuhi pamannya sejak awal 2003 hingga Mei 2010. Selama tujuh tahun, jadi pelampiasan nafsu bejat pamannya. Namun gadis berusia 20 tahun itu tidak bisa melawan karena diancam akan dibunuh.

Dari hasil pemeriksaan polisi, ternyata tidak hanya ponakannya, pelaku yang bercerai dan menikah lagi, juga melakukan hal serupa terhadap anak bawaan istrinya I. Anak tiri ini dinodai sejak Juni 2003 hingga Mei 2010.

Tujuh tahun lamanya, anak berusia 19 tahun itu hidup dalam bayang-bayag ketakutan akibat ancaman yang selalu diterimanya. Mamanya semula tidak menaruh curiga. Namun karena ada perubahan fisik anaknya, ia lalu melakukan interogasi.

Sang ibu bagai disambar petir, ketika mendengar pengakuan anaknya. Tidak terima, ia bersama saudara suaminya juga mengadu ke polisi.

Setelah terungkap kasus persetubuhan ponaka dan anak tiri, ternyata ada pengakuan serupa dari I ,15, anak kandung pelaku. Kepada ibunya, ia mengaku, dirinya sudah menjadi pemuas nafsu bapaknya sejak Januari 2008 hingga Juli 2012.

“Sudah empat tahun saya dipaksa bapak . Pernah saya mau mengadu, tapi diancam akan dibunuh. Sejak itu, saya hanya pasrah, manakala bapak minta harus bersetubuh,”kata I kepada petugas.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Imron Ermawan Selasa (22/1) mengatakan, korban dinodai secara bergantian disaat situasi rumah sedang sepi. Istrinya yang selalu keluar rumah sebagai tukang cuci keliling,dimanfaatkan pelaku untuk menggagahi anak dan ponakannya.

“Semua perbuatan bejatnya dilaukan di rumahnya di Ciawi Bogo,”kata AKP Imron.

Pelaku diakui Kasat AKP Imron, tidak bisa mengelak, ketika enam saksi yag dimintai keterangan, memberi keterangan yang menguatkan laporan Rahman. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindunga anak ancaman pidana 15 tahun penjara.(yopi)

  • oon

    udahlah orang kaya gini matiin aja…

    • gajahmada

      betul

  • Begajul

    amputasi burung nya……kasih mkn anjing……..

  • gery

    ada ya manusia kay gini… pak polisi,, tolong ga usah disidang di pengadilan… langsung di hukum pancung burungnya aja… nggak usah dimatiin orangnya.. cukup dikebiri.. pasti akan tersiksa seumur hidup..

  • Romeo

    Mau korbannya 1, 2, 3, 4, 5, dst. hukumannya ga jauh dari 15 tahun bahkan bisa kurang… makannya jangan heran selama hukuman seringan itu maka perkosaan akan semakin merajalela, kecuali yang katanya “wakil rakyat” di DPR mau merubah hukuman menjadi minimal hukuman seumur hidup maksimal MATI.

  • gemini

    burungnya diampelas aja trusss diguyur bensin…..cukup adil….kan?

  • preman koplak

    musnahkan saja !!!!!!!!!!!

  • Herlis Hearts

    Hukum indo.loyo.kjahatan merajalela..terapkan syariat islam.itu satu2 nya solusi

  • Asmara Merindu

    bapak nggragas wedok an.. potonk aza burunge