Monday, 21 October 2019

Baru Diperbaiki, Jalan Sudah Rusak Lagi

Kamis, 24 Januari 2013 — 6:56 WIB

PAMULANG (Pos Kota) – Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) minta pemkot setempat tak menggunakan pemborong maupun rekanan perbaikan jalan yang tak profesional. Pasalnya, sebagian besar jalan yangnrusak parah walaupun baru diperbaiki dan diaspal.

“Yang jelas Walikota dan instansi terkait setempat harus berani menindak atau memblacklish rekanan ‘abal-abal’ yang mendapatkan pekerjaan perbaikan jalan,” ujar Bambang, warga Pamulang.

Hampir sebagian besar perbaikan jalan di wilayah Tangsel hanya berusia beberapa bulan saja kemudian rusak dan berlobang lagi. Sementara dana untuk perbaikan jalan mencapai puluhan miliar rupiah.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany didampingi Kabag Humas setempat Azhar, mengaku sudah meminta Dinas Bina Marga mengambil tindakan tegas terhadap rekanan maupun pemborong yang tak becus kerja. “Kalau perlu memang tak mendapatkan pekerjaan di tahun 2013 ini,” ujarnya.

Beberapa ruas jalan yang harus mendapatkan perhatian serius antara lain di jalan provinsi, utama dan protokol, ujarnya sambil menambahkan karena dana untuk perbaikan jalan tersebut tak sedikit sehingga perlu pekerjaan yang berkualitas.

Kepala Seksi Perencanaan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Propinsi Banten, Robi, beberapa waktu lalu mengaku secepatnya akan memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak parah.

“Ada sekitar 12 ruas jalan provinsi di wilayah Tangsel dengan panjang sekitar 48 Km yang mendapat perhatian serius,” tuturnya yang mengaku untuk perbaikan kerusakan jalan mencapai lebih dari Rp 40 miliar.

Keempat ruas jalan yang akan diperbaiki antara lain, Jalan Jombang Raya di Ciputat, Jalan Raya Siliwangi di Ciputat, Jalan Raya Puspiptek arah kampus ITI di Serpong dan Jalan Raya Serpong depan German Centre. (anton)

Teks foto:Kondisi salah satu jalan propinsi di Kota Tangsel yang rusak parah. (anton)

  • abu dzarin

    ya rekanan siapa lagi kalau orang-orang keluarga terdekat sang “jawara banten”.. bodor ah.. gak akan bisa tuh diblacklist coz persahaan rekanan adalah orang2 keluarga dekat.. tahu kan banten gimana.. dari gubernur, walikota, camat, lurah… ada pertalian kelaurga semua..