Monday, 21 October 2019

YLKI Banyak Terima Pengaduan Layanan Internet

Sabtu, 26 Januari 2013 — 17:20 WIB
free-wifi

JAKARTA (pos Kota) – Pengaduan konsumen terhadap pelayanan jasa telekomunikasi masih tinggi. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat ketidakpuasan layanan telekomunikasi berada pada urutan kedua setelah perbankan, dan disusul perumahan.

“Pengaduan bergeser dari soal penyedotan pulsa ke layanan internet,” kata anggota YLKI Husna Gustiana Zahir dalam diskusi ‘Kiamat Telekomunikasi Indonesia Dampaknya Terhadap Pengguna’ di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan catatan YLKI, tahun 2012 terdapat 22 pengaduan atau 31,4 persen terkait internet. Banyak pula pengaduan terkait tagihan yang tiba-tiba membengkak mencapai 11 pengaduan atau 15,7 persen.

Husna mengatakan, tingginya pengaduan di sektor jasa telekomunikasi menunjukan masih banyaknya masalah yang merugikan konsumen. Terlebih persoalan itu terkait informasi atau iklan yang tidak sesuai dengan yang diberikan.

“Dulu, pengaduan marak di seputar pencurian pulsa. Belakangan berkaitan dengan data atau internet. Banyak iklan dan promosi misalnya paket unlimited yang kenyataannya tidak dirasakan konsumen seperti iklan atau informasi yang didapat,” katanya.

Menurut dia, informasi yang tidak jelas ini membuat konsumen tidak mendapat informasi yang benar sehingga menjadi celah-celah yang merugikan.

Husna menambahkan tawaran prabayar, kapasitas akses data kerap kali tidak memberikan penjelasan rinci. Konsumen hanya disuguhkan nilai lebih dari layanan yang ditawarkan. Misalnya dalam kapasitas akses internet, konsumen hanya diberitahu kecepatan maksimum, tidak diberitahu kecepatan minimum.

“Ada persoalan dari hal itu, misalnya bagaimana kalau yang menggunakan jaringan banyak, atau berada di daerah yang tidak bersinyal baik, tentunya akan mempengaruhi akses data,” ucapnya.

Husna menegaskan perlunya dibuat standar pelayanan di bidang ini. Konsumen pun butuh edukasi sehingga tidak terus mengalami penyesatan.

Sekretaris Jenderal Indonesia Telecomunications Users Group, Muhamad Jumadi menyatakan layanan telekomunikasi di Indonesia masih mengecewakan. Sejumlah kasus seperti SMS premium, pencurian pulsa, pornografi dan kasus operator penyedia layanan data pun tidak jelas penyelesaiannya secara hukum.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) seharusnya menjadi pemimpin yang baik (leadership). Saat ini yang terjadi lemahnya pengawasan Kominfo,” ungkapnya.
Tambahnya, belum lagi muncul iklan yang membohongi publik. Pemerintah seharusnya memberi edukasi kepada masyarakat. Sehingga bangsa ini bisa mengoptimalkan layanan komunikasi untuk kepentingan dan kemajuan bangsa. (aby)

  • Test

    Makanya jangan lekas percaya paket internet murah, cepat, unlimited,mana ada

Terbaru

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (firda)
Senin, 21/10/2019 — 11:30 WIB
Polisi Terjunkan 1500 Personel Kawal Demo Mahasiswa
Mahfud MD.
Senin, 21/10/2019 — 11:13 WIB
Banyak Bicara Hukum & HAM
Belum Tau Jadi Menteri Apa, Mahfud: Saya Diminta Membantu Beliau
istana negara
Senin, 21/10/2019 — 10:38 WIB
Ada Mahfud MD dan Nadiem Makarim
Sejumlah Calon Menteri Dipanggil ke Istana Negara