Friday, 18 October 2019

Motor Curian Dipreteli Lalu Dijual Eceran

Senin, 4 Februari 2013 — 14:01 WIB
suhemi

SERANG (Pos Kota) – Suhemi alias Hemi, 19, warga Kp Lemah Abang Cilik, Kel. Warung Jaud, Kec. Kasemen, Kota Serang, ditangkap Tim Khusus Anti Bandit (TEKAB) Polres Serang di rumahnya, Minggu (3/2).

Pedagang barang rongsokan khusus sepeda motor ini diringkus karena diketahui sebagai penadah motor-motor curian. Dari rumah tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit motor Honda Mega Pro A 2027 Z milik Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR) Provinsi Banten, 6 rangka dan blok mesin motor.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Fredya Triharbakti mengatakan terbongkarnya kasus tadah motor-motor hasil curian ini berawal dari laporan Saepudin, 48, pegawai Dinas DBMTR Banten. Warga Babatan, Kec. Pabuaran, Kab. Serang ini melaporkan motor dinasnya hilang digasak maling di rumahnya pada Sabtu (22/12) lalu.

“Hasil penyelidikan diketahui motor milik korban berada di rumah tersangka Suhemi,” terang AKP Fredya didampingi Kaur Reskrim, Iptu Rensa Aktadivia, Senin (4/2).

Setelah mengetahui identitas tersangka dan alamatnya, tim Tekab yang dipimpin Aipda Adi
Priyanto sekitar pukul 01:00, menggerebeg rumah Suhemi. Tersangka yang sedang nonton televisi ditangkap. Dalam penggeledahan, dari rumah tersangka ditemukan 6 rangka motor dan blok mesin.

“Tersangka berikut barang bukti motor Mega Pro, rangka dan blok mesin motor langsung diamankan ke Mapolres Serang untuk dilakukan pemeriksaan,” terang Kasat.

Hasil pemeriksaan, lanjut Kasat, tersangka Suhemi membenarkan jika barang bukti yang diamankan itu merupakan motor curian. Namun pedagang rongsokan ini membantah jika dirinya dituduh mencuri. Tersangka mengakui hanya menerima motor curian dari banyak orang lalu dipreteli untuk dijual secara eceran.

“Kalau motor Honda Mega Pro, diakui dibeli dari kakaknya bernama Saepul yang kini masih dalam pengejaran,” tegas Fredya seraya mengatakan tersangka dijerat Pasal 481 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

suhemiDitemui disela-sela pemeriksaan, tersangka Suhemi mengatakan bisnis barang rongsokan dari motor hasil curian ini sudah berjalan satu tahun. Motor-motor berbagai merk hasil curian ini dibeli dari orang-orang yang tidak dikenal dengan harga berkisar Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta.

“Setelah dibeli, motor saya preteli dan dijual ketengan. Untuk aksesoris seperti spion, spakboard, jok, dijual seharga puluhan ribu, rangka Rp 150 ribu dan blok mesin seharga Rp 300 ribu,” aku Suhemi.

(haryono/sir)