Tuesday, 10 December 2019

Istri Nazar Dituntut 7 Tahun Penjara

Selasa, 5 Februari 2013 — 13:40 WIB
sidang-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Istri Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni, dituntut hukuman penjara selama 7 tahun dan  denda Rp200 juta. Selain itu  terdakwa harus membayar uang pengganti Rp 2,660 miliar.

“Membayar uang pengganti Rp 2,6 miliar,” kata jaksa penuntut umum pada KPK, Guntur Ferry Fathar membaca surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Apabila uang pengganti ini tidak dibayar dalam batas waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta Neneng akan disita untuk dilelang. “Dalam hal tidak punya harta cukup maka dipidana selama 2 tahun,” lanjut jaksa Ferry.

Dalam proyek ini, Neneng menurut jaksa, terlibat mengalihkan pekerjaan utama dari PT Alfindo Nuratama Perkasa sebagai pemenang tender proyek kepada PT Sundaya dalam proses pelaksanaan pekerjaan pengadaan dan pemasangan PLTS. Hal ini bertentangan dengan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

sidang-tengah
Dalam tuntutannya, jaksa mempertimbangkan hal yang memberatkan yakni Neneng memperoleh keuntungan secara tidak sah, berbelit-belit, tidak merasa bersalah dan tidak berterus terang. “Terdakwa pernah melarikan diri dari Indonesia,” kata jaksa Ferry.

Pertimbangan meringankan, kata Jaksa, Neneng sebagai ibu rumah tangga memiliki tanggungan 3 anak kecil dan belum pernah dihukum.

Menanggapi ini, tim penasihat hukum  Neneng, akan mengajukan nota pembelaan dalam sidang berikutnya.

(rihadin/sir)

Teks Gbr- Istri terdakwa Muhammad Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jakarta, Selasa (5/2). JPU akhirnya menuntut Neneng Sri Wahyuni dengan kurungan 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. (rihadin)