Friday, 06 December 2019

Pengurasan Kekayaan Negara Terus Berlangsung

Sabtu, 16 Februari 2013 — 16:27 WIB
korupsi

JAKARTA  (Pos Kota) – Ikatan Alumni Doktor Ilmu Ekonomi ProgramPasca Sarjana Universitas Borobudur menilai, sejak jaman penjajahan Belanda hingga saat ini pengurasan kekayaan negara dengan berbagai macam modusnya masih terus berlangsung.

Akibatnya, Indonesia menjadi sulit beranjak dari negara dengan jumlah penduduk miskin yang sangat tinggi.

“Di zaman penjajahan asing kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) kita dikeruk untuk dibawa ke negara penjajah. Sedangkan di zaman kemerdekaan pengurasan SDA bisa berbentuk konsumsi negara seperti biaya birokrasi berupa pembayaran gaji, biaya operasi yang tidak memberikan efek positif, serta pengutilan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) oleh petugas negara,” kata Ketua Iluni Ilmu Doktor Ekonomi Universitas Borobudur Dr. H. Ikhsan L. Chairudin di sela-sela Seminar Memperingati 10 Tahun Iluni Doktor Ekonomi Univ. Borobudur dengan thema Managing and Increasing the Wealth Nations (mengelola dan meningkatkan keayaan negara), kemarin.

“Yang lebih parah lagi pengurasan kekayaan negara dalam bentuk korupsi yang saat ini tengah mendapat sorotan tajam masyarakat, ” tambahnya.

Pengerukan SDA dijaman kemerdekaan sebenarnya bukan sudah tidak dilakukan lagi. Contoh paling mudah adalah kontrak karya dengan  PT Freefort dimana sejak jaman Suharto hingga saat ini Indonesia hanya mendapatkan bagian 1 persen dari hasil perusahaan pertambangan tersebut.

Semua yang terjadi diatas sesungguhnya diakibatkan masih lemahnya kualitass umber daya manusia (SDM) dan infrastruktur yang kita miliki akibat minimnya perhatian pemerintah. Kekayaan negara lebih banyak digunakan untuk sektor yang tidak membawa dampak berkelanjutan melainkan untuk sektor konsumsi.

Sementara itu Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur Dr. Moh. Faisal Amir mengatakan, pihaknya sangat mendukung sumbangan berupa pemikiran kritis yang disampaikan para alumnusnya.

Semua itu dilakukan sebagai bentuk sumbangsih mereka kepada negara agar dikemudian hari menjadi lebih baik.

“Kami memang selalu mendorong 104 doktor ekonomi alumni kami yang tersebar dipemerintahan dan swasta untuk aktif menulis seputar permasalahan ekonomi yang terus berkembang,” katanya. (faisal/d)

  • KOMPRADOR

    Freeport kompensasi Rezim ORBA kepada CIA / AS untuk menjatuhkankan Bung Karno…..Jepang, Korea, China India, Malaysia….contoh bangsa yg tidak mau di atur orang asing…Afrika hancur karena orang asing….indonesia hancur karena orang asing….simple…..professor…