Tuesday, 15 October 2019

KPK Bentuk Komite Etik Usut Pembocor Sprindik Anas

Senin, 25 Februari 2013 — 20:09 WIB
busykpk252

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membentuk Komite Etik, Senin (25/2). Komite terdiri dari dua orang internal dan tiga orang eksternal KPK ini segera bertugas menelusuri pelaku pembocoran draft surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas menguraikan, dua orang dari internal KPK yang tergabung dalam Komite Etik tersebut yakni Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan penasihat KPK Abdullah Hehamahua. Sementara, dari unsur eksternal yaitu, Abdul Mukti Fajar, Anies Rasyid Baswedan, dan Tumpak Hatorangan Panggabean.

“Surat keterangan pimpinan ini berlaku mulai Jumat 22 Februari 2013,” papar Busyro, didampingi Juru Bicara KPK Johan Budi dan Abdullah Hehamahua, saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (25/2) sore.

Dipilihnya ketiga tokoh masyarakat dari unsur eksternal tersebut, terang Busyro, dilakukan dengan pertimbangan integritas yang masing-masing mereka miliki. “Mereka juga sudah menyatakan kesanggupannya dalam menjalankan tugas sebagai Komite Etik,” tambah Busyro.

Abdullah Hehamahua berujar, tugas Komite Etik ini dimulai Rabu (27/2). Sebagai agenda awal, ia dan keempat anggota Komite Etik lainnya bertemu dengan lima pimpinan KPK guna menyusun agenda pemeriksaan siapa saja yang akan dipanggil untuk jalani pemeriksaan. “Kemudian kami menentukan siapa saja yang akan menjadi terperiksa,” ungkap Abdullah.

Diterangkan Abdullah, sebagai tim dari internal KPK dirinya berpatokan pada dua kode etik dalam menyelesaikan permasalahan bocornya Sprindik Anas ini. “Satu untuk pimpinan dan satu lagi adalah kode etik pegawai,” katanya.

Pembentukan Komite Etik merupakan langkah yang ditempuh KPK setelah dua pekan lalu berjanji mengusut bocornya draft Sprindik untuk Anas setelah mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu resmi ditetapkan sebgai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan Sarana Olahraga Nasional Hambalang. (yulian)

Busyro Muqoddas

  • nusantara

    KPK yang terhormat bocornya sprindik tidak begitu penting karena yang penting adalah tangkap anas urbaningrum, sebelum dia melakukan konspirasi politik yang akan membahayakan KPK dan Bangsa indonesia.
    ingatlah KPK, anda sedang berhadapan dengan manusia licik nan terpintar dan memiliki banyak kroni di berbagai lembaga tinggi negara indonesia
    Anas akan melakukan konspirasi bersama kroni2nya

Terbaru

Petugas Damkar Kota Depok berhasil memadamkan api membakar rumah warga di Pancoran Mas (ist)
Selasa, 15/10/2019 — 11:00 WIB
Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah Warga Terbakar
KPK-yendhi
Selasa, 15/10/2019 — 9:26 WIB
Bupati Indramayu Kena OTT KPK