Wednesday, 13 November 2019

Usut Kebocoran Sprindik, Anies Baswedan Minta Waktu Sebulan

Rabu, 27 Februari 2013 — 20:28 WIB
Anies Rasyid Baswedan

Anies Rasyid Baswedan

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi Anies Rasyid Baswedan mengaku tidak memiliki target waktu dalam menyelesaikan kasus bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum.

Namun, dirinya meminta waktu sebulan untuk menangkap oknum pembocor sprindik tersebut.
“Dalam satu bulan kami selesai, itu harapan kami. Tapi kami tidak ada target waktu yang fix ya,” ujarnya, usai rapat perdana Komite Etik di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/2) sore.

Dalam rapat perdana tersebut, Anies memaparkan, tim nya sudah mendengarkan laporan dari pengawas internal terkait hasil investigasi yang sudah dilakukan selama ini. Laporan ini akan mereka pelajari sebelum mengambil langkah untuk pemeriksaan.

“Sekarang kami akan mempelajari itu dulu, nama-namanya nanti diumumkan sekitar sebulan,” tuturnya.

Untuk merealisasikan tugas ini, Anies menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil oleh Komite Etik. Di antaranya, mendaftar sejumlah item apa saja yang harus dikerjakan, dan menyusun atau mendengarkan laporan pengawas internal.

“Minggu depan akan mulai pemeriksaan. Jadi hari ini posisinya hanya mengetahui konstruksi masalah secara lengkap,” lanjutnya.

Lebih lanjut Rektor Universitas Paramadina tersebut menegaskan, pihaknya tidak akan pandang bulu dalam memeriksa kasus tersebut. Siapa pun di dalam maupun di luar institusi yang terlibat proses pembocoran sprindik itu akan mereka periksa.

“Siapa saja. Mulai pimpinan sampai staf temasuk lingkungan luar KPK yg ada komunikasi dengan bocornya sprindik itu,” tegasnya.

Anies mengaku telah ditunjuk oleh tim untuk menjabat sebagai Ketua Komite Etik bersama Tumpak Hatorangan Panggabean. Selain sebagai pimpinan, keduanya juga merangkap sebagai anggota.

KPK resmi membentuk Komite Etik, Senin (25/2). Komite yang terdiri dari dua orang internal dan tiga orang eksternal KPK ini bertugas menelusuri pelaku pembocor draft Sprindik atas nama Anas Urbaningrum. Selain Anies dan Tumpak, satu pihak eksternal dalam komite ini adalah Abdul Mukti Fajar. Kemudian, dari unsur internal KPK yakni, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan penasihat KPK Abdullah Hehamahua.

Pembentukan Komite Etik merupakan langkah yang ditempuh KPK setelah beberapa pekan lalu berjanji mengusut bocornya draft Sprindik untuk Anas setelah mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu resmi ditetapkan sebgai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan Sarana Olahraga Nasional Hambalang. (yulian/d)

FOTO: Ketua Komite Etik KPK Anies Rasyid Baswedan usai rapat perdana di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/2). yulian)