Saturday, 14 December 2019

Meningkat, Kekerasan Terhadap Anak

Sabtu, 2 Maret 2013 — 7:16 WIB
ilusmeningkat

JAKARTA (Pos Kota) – Masalah kekerasan terhadap anak (KTA) di Indonesia meningkat. Data 2006 menunjukkan, dari 100 anak tiga di antaranya mengalami kekerasan. Sebagian besar atau 70,5 persen, pelakunya orang di sekitar rumah.

“Penyebabnya bisa karena kemiskinan, budaya, lingkungan, dan pola asuh,” kata Menko Kesra Agung Laksono usai memimpin Rakor tingkat menteri mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak, Jumat (1/3) malam, di Jakarta. Turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan perwakilan Mabes Polri.

Wamenkes Ali Gufron menandaskan, KTA tergolong  masalah sosial yang berdampak besar pada aspek kesehatan. Yaitu berpengaruh buruk terhadap proses tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikologis.

“Anak 0-18 tahun, masih berada dalam proses tumbuh kembang. Gangguan pada salah satu tahapan tumbuh kembang anak akibat kekerasan akan berdampak pada penurunan kualitas hidup,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Menteri PP dan PA, Linda Amalia menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga untuk mengurangi tindak kekerasan pada anak. “Jadi harus siap jadi ibu dan bapak, baik dari segi ekonomi dan pendidikan,” katanya.

Pemerintah, kata Linda, memang belum memiliki data sendiri atas KTA, yang selama ini selalu merujuk pada data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Namun, pada tahun ini juga, pemerintah akan memiliki data sendiri. “Itu menjadi progrm 2013 bekerjasama dengan Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik,” katanya.

KPAI sendiri mencatat data KTA pada 2012 yang dilaporkan sebanyak 3871 kasus. Hasil pemantauan KPAI melalui survei cepat terhadap 1026 siswa SD, SMP, SMU di sembilan propinsi, menemukan anak sebagai pelaku kekerasan mencapai 78,3 persen, kekerasan anak di masyarakat sebesar 80,2 persen, kekerasan anak di sekolah sejumlah 87,6 persen, dan kekerasan anak di keluarga tercatat 91 persen. (aby/d)

Teks Gbr:
Menko Kesra Agung Laksono  memimpin Rakor tingkat menteri mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak, Jumat (1/3) malam, di Jakarta. Turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan perwakilan Mabes Polri. (aby)