Wednesday, 13 November 2019

Telusuri Pembocor Draft sprindik

Hari Ini, Komite Etik KPK Minta Keterangan Saksi

Rabu, 6 Maret 2013 — 9:58 WIB
kpk-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah berhasil mengumpulkan data-data terkait bocornya draft surat perintah penyidikan (Sprindik) atas nama Anas Urbaningrum, hari ini (Rabu (6/3), Komite Etik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memintai keterangan para saksi.

“Setelah seminggu ini kita bertugas, kita telah mengumpulkan data-data atas terjadinya kebocoran Sprindik. Insya Allah mulai  (Rabu, 6/3) kita akan mulai memanggil para saksi yang relevan dengan bocornya sprindik tersebut,” ujar Ketua Komite Etik, Anies Rasyid Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, semalam.

Anies memaparkan, untuk sementara tim nya sudah mendapatkan rekonstruksi awal dan menetapkan hukum acara. Karenanya, pemanggilan para saksi mesti segera dilakukan agar oknum pelaku pembocoran draft sprindik milik KPK itu cepat terungkap.
“Mengenai hukum acara, kita akan melihat dari hasil pemeriksaan baik saksi maupun terperiksa apakah terjadi pelanggaran etika atau tidak,” kata Rektor Universitas Paramadina itu. “Bila ada, maka sanksinya itu berupa rekomendasi dari Komite Etik kepada pimpinan KPK,” sambungnya.

Sanksi yang direkomendasikan, papar Anies, bervariasi mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga anjuran untuk mengundurkan diri. “Itu ada di dalam hukum acara kita. Dan bila ada unsur pidananya memang itu harus diteruskan pada aparat penegak hukum.”

Anies pun berharap semua saksi bersedia hadir memberikan keterangannya pada Komite Etik. Karena, menurutnya, tujuan dari pemanggilan itu juga dimaksudkan agar standard etik KPK tetap terjaga.

“Sebagian sudah merespons dan menyatakan kesiapannya untuk hadir. Sebagian yang lain masih pikir-pikir, masih mempertimbangkan. Kami berharap bagi mereka yang sudah diundang tetapi belum memutuskan, dapat sama-sama menjaga standard etik di institusi ini,” tuntasnya.

Seperti diketahui, KPK resmi membentuk Komite Etik, Senin (25/2). Komite yang terdiri dari dua orang internal dan tiga orang eksternal KPK ini bertugas menelusuri pelaku pembocor draft Sprindik atas nama Anas Urbaningrum. Selain Anies, empat orang lain yang tergabung dalam komite ini yakni, Bambang Widjojanto (Wakil Ketua KPK), Abdullah Hehamahua (penasehat KPK), Tumpak Hatorangan Panggabean dan Abdul Mukti Fajar.

(yulian/sir)