Wednesday, 16 October 2019

Kecelakaan Nuklir Fukushima Harus Jadi Pelajaran

Jumat, 8 Maret 2013 — 17:57 WIB
fuku83

JAKARTA (Pos Kota)-Kecelakaan nuklir Fukushima, Jepang pada tahun 2011, ternyata menimbulkan banyak perubahan dalam segala segi kehidupan masyarakat di sana. Misalnya, dengan meningkatnya kegiatan antinuklir hingga wacana menghentikan semua kegiatan energi nuklir.

“Dari 52 unit Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ada di Jepang, hanya dua yang beroperasi. Selebihnya ditempatkan pada posisi tidak aktif menunggu keputusan boleh tidaknya PLTN itu dioperasikan lagi. Yang secara pararel sedang dikaji ulang dari sisii faktor keselamatan operasionalnya,” kata T. Mukaiyama dari Japan International Cooperation Centre (ICC) dalam seminar ‘Fukushima Nuclear Accident’ yang diadakan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan JAIF International Cooperation Centre (JICC) Jepang, kemarin.

Ternyata dampak sosial dihentikannya PLTN di Jepang sangat dirasakan oleh masyarakat di sana seperti, naiknya biaya energi dan terhambatnya ekonomi karena 30 persen energi bergantung kepada nuklir. Bicara tentang PLTN di Jepang juga merupakan hal yang sangat sensitive.

Kepala Batan Prof. Dr.Djarot Wisnubroto mengatakan, di Indonesia wacana pemanfaatn energi nuklir untuk mengatasi peningkatan kebutuhan energi, juga mengundang perdebatan. Kecelakaan Fukushima Daiichi yang diakibatkan tsunami dijadikan justifikasi energi nuklir tidak cocok untuk Indonesia.

“Seakan-akan seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda tsunami membahayakan. Padahal daerah yang berpotensi tsunami membahayakan di tanah air sesungguhna hanya untuik daerah-daerah tertentu saja,” katanya.

Menurut dia, daerah rawan tsunami umumnya terletak di pantai barat Sumatera, selatan Jawa dan Nusa Tenggara, serta sisi utara wilayah Indonesia bagian timur. Sedangkan PLTN yang akan dibagun berada di daerah yang potensi tsunami dan gempanya rendah. Misalnya Bangka dan Kalimantan yang kawasan pantainya menghadap ke laut Jawa.

Kecelakaan Fukushima sendiri justru memberikan banyak pelajaran bagi kita, mengenai pentingnya faktor kegempaan dan tsunami dalam desain baru PLTN. Kecelakaan ersebut menunjukkan pentingnya penetapan lokasi (sitting) yang aman, dengan desain yang lebih baik lagi, dan memperhitungkan segara potensi bahaya sekecil apapun. (faisal)

Teks : Pusat nuklir Fukushima