Sunday, 17 November 2019

Kode Etik KPK Akan Periksa Menteri Koperasi

Jumat, 8 Maret 2013 — 7:16 WIB
etikkpk83

JAKARTA (Pos Kota) – Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Wakil Ketua KPK Busyro Muqaddas dan Zulkarnain diperiksa Komite Etik KPK terkait penelusuran pelaku pembocoran draft surat perintah penyidikan (Sprindik) atas nama Anas Urbaningrum, Kamis (7/3).

“Dua pimpinan sudah dimintai keterangan, BM dan Zulkarnain. Banyak hal yang sudah digali dari esternal dan internal,” ujar Ketua Komite Etik, Anies Baswedan, saat konfrensi pers, di kantor KPK, Jakarta, Kamis (7/3) sore.

Selain dua pimpinan KPK itu, tambah Anies, pemeriksaan juga dilakukan terhadap Direktur Penyelidikan KPK, Ari Widyatmoko, dan Kepala Satuan Tugas (Satgas) Hambalang untuk tersangka Anas Urbaningrum, yang masih dirahasiakan namanya.

Rencananya, komite beranggotakan lima orang ini, juga memeriksa Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan pada Jumat (8/3). Pemeriksaan ini berdasarkan pernyataan dari menteri tersebut di media, yang mengaku sudah mendapatkan informasi Anas telah berstatus tersangka.

“Jadi kalau Anda perhatikan Kamis 7 Februari 2013 malam, ada pernyataan yang dimuat di media online yang menyatakan sudah mendapatkan informasi bahwa AU sudah berstatus tersangka. Padahal itu Kamis malam dan dokumen yang beredar itu Jumat atau Sabtu,” ujar Anies.

Sebelumnya, Rabu (6/3), Komite Etik bentukan KPK ini telah lebih dulu memeriksa seorang wartawan TV One, Dwi Anggia dan internal KPK. Setelah dua hari memeriksa sejumlah saksi dari internal dan eksternal KPK, Anies menyebut, pihaknya telah menemukan indikasi yang mengarah pada oknum pembocor Sprindik tersebut.

“Sumber sudah kami dapatkan. Belum bisa simpulkan. Fakta ada pertemuan-pertemuan yang menyebabkan dokumen keluar,” paparnya. (yulian)

Busyro Muqoddas