Tuesday, 22 October 2019

Menteri Perindustrian

Sembilan Produk Industri Siap Hadapi Pasar Bebas Asean

Jumat, 22 Maret 2013 — 10:01 WIB
menteri-sub

JAKARTA  (Pos Kota) –  Sembilan produk industri siap menghadapi pasar bebas ASEAN pada 2015 karena memiliki daya saing yang lebih tinggi dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengungkapkan hal tersebut  pada lokakarya pendalaman kebijakan industri, Jumat.

Ke sembilan produk industri itu adalah produk agro seperti minyak sawit mentah (CPO), kakao, dan karet; ikan dan produk olahannya; tekstil dan produk tektil (TPT); alas kaki, kulit, dan barang kulit; serta mebel.

Produk lainnya adalah makanan dan minuman; pupuk dan petrokimia; mesin dan peralatannya; serta logam dasar, besi, dan baja.
Namun diakui Menperin, tujuh dari sembilan cabang tersebut masih perlu  ditingkatkan daya saingnya, untuk mengamankan pasar dalam negeri terhadap produk sejenis dari negara lain.

“Tujuh cabang industri itu adalah otomotif, elektronik, semen, pakaian jadi, alas kaki, makanan dan minuman, dan mebel. Terus terang saya gugup, apakah kita siap menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (AEC) 2015,” ujarnya.

AEC, lanjut dia, bertujuan menciptakan pasar bebas untuk barang, jasa, bahkan investasi.  Oleh karena itu, Hidayat berharap bantuan dari kementerian dan instansi lainnya dalam pengawasan barang impor, perlindungan terhadap praktek perdagangan tidak sehat.

“Saat ini masih banyak terjadi  penyelundupan. Kita juga harus terus melakukan  pembangunan infrastruktur dan penurunan biaya logistik agar industri dalam negeri bisa bersaing,” kata Hiayat.

Menurutnya, AEC 2015 juga menciptakan peluang pasar, mendorong investasi, dan membentuk `joint venture` untuk memudahkan akses bahan baku.

Untuk mempersiapkan dunia usaha menghadapi AEC 2015, Kemenperin, lanjut Hidayat, akan mengintensifkan sosialisasi ke kalangan industri, memperkuat industri kecil dan menengah, mengembangkan wirausaha baru, dan meningkatkan kompetensi SDM industri, di samping menambah fasilitas laboratorium uji untuk penerapan standarisasi.

(tri/sir)