Sunday, 15 December 2019

Samad Disudutkan Koruptor Girang

Jumat, 5 April 2013 — 6:11 WIB
Abraham Samad

Abraham Samad

JAKARTA (Pos Kota) – Pemberian sanksi berupa peringatan tertulis kepada Ketua KPK Abraham Samad yang diberikan Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meski ringan tapi punya dampak. Dalam hal ini, Abraham disudutkan, dan soliditas para pimpinan KPK terganggu. Buntutnya, koruptor yang girang.

“Ya, Abraham Samad disudutkan. Maka, yang tepuk tangan adalah koruptor dengan kasus korupsi yang ditangani Abraham,” kata anggota Komisi III DPR Ahmad Yani di DPR RI, Kamis (4/4).
Seperti diberitakan, Komite Etik memberikan sanksi peringatan tertulis kepada Ketua KPK Abraham Samad, karena dinilai melakukan pelanggaran sedang, sehingga terjadi pembocoran surat perintah penyidikan (Sprindik) terhadap Anas Urbaningrum. Komite Etik telah mengungkap, pembocor sprindik adalah Wiwin Suwandi, pria yang sehari-hari menjadi sekretaris pribadi Abraham.

TAK ADA PELANGGARAN

Menurut Yani, sebenarnya tidak ada pelanggaran yang berarti bahkan pidana. Namun, lanjutnya, ada yang lebih substansial dan harus tetap dijaga KPK ketimbang masalah sprindik ini.
“Sprindik tidak luar biasa, ini hanya soal administrasi. Sprindik itu umum dan harus dibuka,” katanya.

Ketua DPR Marzuki Alie meminta pimpinan KPK tidak terpecah hanya karena hasil Komite Etik soal Sprindik Anas Urbaningrum. Marzuki mengingatkan, perpecahan antarpimpinan KPK hanya akan menguntungkan koruptor.

Mantan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki mengharapkan agar keputusan Komite Etik KPK tidak dijadikan polemik berkepanjangan, karena dikhawatirkan mempengaruhi kinerja KPK.  (Winoto/Johara/bu)

  • http://twitter.com/EkoPh18 eko ph18

    kalo sprindik bocor pelakunya pasti lari, bisa2 keluar negeri. kalo ini baru konsep sangat berbahaya, karena kpk malu bisa saja orang yg belum tentu seharusnya jadi tersangka bisa jadi tersngka. dlm hal kasusnya anas, ini akal2an samad supaya pimpinan yg lain setuju.

  • Urban

    SPRINDIK surat biasa belum ada kekuatan Hukum kok Bisa jadi Polemik ……ini mah LLeeBaaayyyy