Tuesday, 10 December 2019

Bayi Lahir Dengan Usus Terburai

Selasa, 23 April 2013 — 15:58 WIB
foto-bayi

PANDEGLANG (Pos Kota) – Bayi laki-laki yang lahir dari rahim Sanimah, warga Kp. Karangsari, Ds Cigondang, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang lahir dengan usus terburai. Meski terjadi kelainan namun bayi tersebut, lahir dalam kondisi normal di rumah bidan setempat. Untuk mendapatkan perawatan, bayi tersebut dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang.

Menurut keterangan, Umu Tapsiroh, bidan yang menangani bayi tersebut mengatakan, bayi dengan usus terburai ini lahir pada Sabtu (20/4) malam. Saat lahir bayi yang belum memiliki nama ini beratnya hanya 1,8 kilogram. “Proses kelahiran bayi laki-laki tersebut lancar dan normal, meskipun lahir premature, yakni pada bulan kedelapan kehamilan Saminah,” terang Umu, Selasa (23/4).

Setelah dirawat di Puskesmas Labuan, kata bidan Umu, bayi selanjutnya sekarang dirujuk ke RSUD Pandeglang. Ini dilakukan agar bayi tersebut mendapatkan perawatan lebih maksimal karena kondisinya yang memprihatinkan.

Sementara itu, Kepala puskesmas Labuan, dr. Marfuah kepada wartawan membenarkan adanya bayi yang lahir dalam kondisi normal namun memiliki kelainan. Saat persalinan secara normal itu, namun bayi dilahirkan dengan kondisi usus keluar “Secepat mungkin bayi kita rujuk ke RSUD Pandeglang agar mendapat perawatan yang lebih baik. Kalau ibunya sih Alhamdulillah sehat-sehat aja,” kata dr Marfuah.

Ia juga mengatakan, bahwa ibu bayi tersebur sebenarnya rutin melakukan pemeriksaan kehamilan di Posyandu di desa tempat tinggalnya. Hanya saja, orang tua bayi ini belum pernah melakukan USG.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Ilma Fatwa mengaku prihatin dengan kondisi bayi yang lahir dengan usus keluar. Untuk itu, diperlukan penanganan serius untuk bayi tersebut. “Perlu penangan serius agar bayi bisa tumbuh seperti bayi normal. Saya juga mengusulkan agar nantinya puskesmas memiliki alat USG. Ini diperlukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya kelahiran bayi seperti ini,” katanya.

Dedi, ayah dari bayi mengaku tidak mendapat firasat atau keluhan saat isterinya hamil. Meski demikian, Dedi agar berusaha merawat sebaik mungkin anaknya hingga dia tumbuh seperti biasa. “Seperti saran dari bidan dan dokter, kami akan merawat dan berusaha mengobati. Kami butuh do’a dari semuanya,” kata Dedi.

(haryono/sir)