Friday, 22 November 2019

Dukung Kampus Sebagai Kawasan Tanpa Rokok

Sabtu, 11 Mei 2013 — 5:35 WIB
puskok115

JAKARTA (Pos Kota) –  Pemberlakuan  kampus sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) harus mendapat dukungan penuh.. Dengan cara seperti ini setidaknya kalangan akademisi memberikan kepeloporan untuk kampanye bahaya rokok.

Wakil Menteri Kesehatan (Menkes) Ali Ghufron Mukti mengatakan kampus sebagai tempat pendidikan menjadi satu dari 7 lokasi KTR yang tertera di PP No 109 tahun 2012 tentang Pengendalian Tembakau. Namun sayangnya meski sudah banyak perguruan tinggi menerapkan aturan KTR, masih banyak mahasiswa yang tetap merokok dilingkungan kampus.

Jauharotul Farida, dari Pusat Suti Gender dan Anak (PSGA) IAIN Walisongo, belum lama ini mengatakan  kurangnya etika para perokok, membuat jumlah perokok pasif yakni orang yang terpapar asap rokok, jauh lebih besar dibanding perokok aktif.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa 75 persen dampak terbesar rokok menyerang pada perokok pasif dan hanya 20 persen dampaknya yang menyerang perokok aktif.

TAK BERETIKA

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa 87 persen perokok aktif merokok di ruang terbuka dan di sembarang tempat.

“Intinya, merokok masih dilakukan dengan tidak beretika. Orang merokok di sembarang tempat sehingga sangat mengganggu orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok,” papar Jauharotul Farida.

Dikatakan merokok dapat meningkatkan kemungkinan untuk menderita semua jenis penyakit seperti kanker, terutama kanker paru-paru, kanker mulut, kanker lambung dan kanker tenggorokan. Dan kelompok masyarakat yang paling banyak terkena dampaknya adalah perempuan dan anak. (inung/bu/o)